Scroll Ke bawah untuk melanjutkan

Daerah  

Bupati Simon Nahak : When Politic End, Administration Begin

simonsimonsimon

Malaka, Mensanews.com– Mengawali pidatonya, Bupati Malaka Dr. Simon Nahak, S.H., M.H., melantunkan pujian dan syukur kepada Tuhan, kepada leluhur, kepada alam semesta Rai Malaka, dan serta terimakasih kepada bapa mama sekalian yang hadir di ruangan sidang dewan, karena berkat pertolongan rahmat Tuhan yang Maha Kuasa maka kita masih diberikan kesempatan, ruang dan waktu untuk bisa bertemu dalam keadaan sehat.

“Kita bersyukur kepada Tuhan yang Maha Kuasa karena berkat pertolongan dan rahmatnya penyakit pandemic covid-19 di Kabupaten Malaka sementara kita ada pada Zona Hijau”, ucap Bupati Simon

Bupati Simon Nahak menyampaikan harapan sekaligus himbauannya kepada bapa ibu dewan untuk bersama-sama menjaga kesehatan sehingga Pandemi Covid-19 ini, bisa ditanggulangi dengan mengurangi semua aktifitas kegiatan kita untuk bersama bahu membahu membangun kabupaten malaka dapat tercapai dan dapat terlaksana.

Baca Juga :  Terkait Semau Masuk Kota Kupang, Ini Penjelasan Kepala Badan Pengelola Perbatasan.

“When Politic End Administration Begin”. Politik sudah berakhir, mari kita bergandeng tangan untuk bekerja”, ajak Simon Nahak

Lanjut Simon Nahak, tidak ada lagi lawan, yang ada adalah kawan,  tidak ada yang lebih hebat, tidak ada yang lebih super, yang hebat yang super adalah kita. karena itu mari kita bersama untuk bekerja. Bekerja dan bangkit, semangat, untuk membangun Rai Malaka.

Memang benar bahwa hanya 5 kursi dari 3 partai yang menghantarkan kami menjadi pemenang pemilu, tetapi itu kan jaman pertarungan politik dan semua sudah selesai. “Saya tidak mau membeda-bedakan, kita semua basudara”, tandas Simon Nahak

Baca Juga :  Olahraga Menjadi Pilihan Korem 161/Wira Sakti Menjaga Kebugaran Tubuh Ditengah Pandemi Covid-19

“Tantangan terbesar bagi kita adalah ketika kita menolak untuk bersatu. Kita tetap mempertahankan keangkuhan, kita tidak berani untuk berkata jujur dan tetap pada keinginan untuk  memanipulasi. Sikap seperti ini akan membuat kita menderita dan membawa kerugian bagi orang lain. Jadi alangkah baiknya kita harus bersatu”, ajak Simon Nahak.

Sambung Simon Nahak, kalau bukan kita siapa lagi. Kalau bukan sekarang kapan lagi. Mari kita bersama-sama membangun Rai Malaka. “Perbedaan dalam politik itu hal yang wajar, lawan dalam politik hal yang wajar, tapi sentimen-sentimen kata-kata kasar, kata-kata hina, singkirkan semua karena yang kita lakukan adalah bekerja dan bekerja untuk rakyat”, tandas Simon Nahak.

Baca Juga :  Pastor Yonas : Bupati Simon Tokoh Umat Katolik Malaka yang Militan

Bupati Malaka menegaskan bahwa dirinya tidak alergi untuk dikritik. Silahkan anda kritik, tapi tolong ada data dan sekali lagi saya tegaskan data itu harus data asli. Jangan data palsu, jangan data asal bapa senang. karena ketika itu terjadi maka itu adalah sudah arah ke penghinaan, pemfitnaan, dan akan membahayakan bagi mereka yang bersuara. Tidak berarti saya mau memangkas kebebasan.

“Saya senang, saya bangga kalau bapa ibu dewan kritis terhadap kami, saya bersama jajaran saya. Tetapi kritiklah, dengan baik dan benar karena kita basudara”, ucap Simon Nahak