Seroja dan Covid-19 Ibarat Kera Dan Babi Hutan, Wagub NTT: Penanganannya Tidak Bisa Bersamaan

  • Bagikan
Wakil Gubernur NTT, Yosef Nai Soi

Kupang, Mensanews.com– “Seroja dan Covid-19 ibarat Kera dan Babi hutan, mau usir kera bergelantungan di tanaman atau babi di bawah. Jika keduanya dikejar secara bersamaan sudah pasti tanaman terinjak. Begitu juga penangan covid-19 dan Seroja tidak bisa dalam waktu yang sama lagi pula berbeda kewenangan”, ungkap Wakil gubernur NTT, Josef Nai Soi menjawab pertanyaan media ini, terkait dana bantuan Seroja di ruang kerjanya Senin (26/7/2021)

Wagub Josef mengatakan soal dana bantuan seroja itu uangnya masih ada. Hanya saja sekarang ini pemprov lagi memikirkan soal Covid-19 yang tak kunjung berakhir, atau memikirkan Seroja. Karena dua-duanya datang pada saat bersamaan, namun karena badai covid-19 tak kunjung berhenti maka perlu penanganan serius dari Pemda.

Baca Juga :  Korem 161/Wira Sakti Kembali Mendapat Kunjungan Dari Pangdam IX/Udayana

“Uangnya masih ada, uangnya masih lengkap kalau ditambah dengan bunga mungkin sudah 10M lebih kalau dengan bunga”, ujar Wagub Josef.

Sekarang begini, lanjut Josef, ada wilayahnya pemerintah pusat, yang itu pemerintah kabupaten/kota, dan ini pemerintah provinsi tetapi faktanya pemerintah pusat mau menanggung semua baik di Kabupaten maupun provinsi.

“Kalau mereka (pemerintah pusat) mau menanggung semuanya, ya tidak apa-apa dong”, ujar Wagub Josef.

Kelemahannya adalah disaat pemerintah pusat sudah putuskan untuk membantu maka pemprov tidak bisa mendahului untuk membantu, pasalnya uangnya dari pemerintah pusat.

Baca Juga :  Hari Kedua Latpam VVIP Kodam IX/Udayana, Mantapkan Pertempuran Jarak Dekat

Memang patut diakui kalau prosedur seperti ini hasilnya agak terlambat. Tapi ini jugakan soal seroja jadi keberlanjutannya kita belum pikir sekarangkan, karena saat ini kita selesaikan dahulu persoalan covid baru seroja agar tidak berbenturan pada waktu yang sama.

  • Bagikan