Scroll Ke bawah untuk melanjutkan

Daerah  

Danrem 161/WS Berikan Kuliah Umum Kepada Mahasiswa Universitas Citra Bangsa (UCB) Kupang

IMG 20220825 WA0044

Kupang Mensanews.com– Komandan Korem 161/Wira Sakti Brigjen TNI Iman Budiman, S.E. memberikan Kuliah Umum tentang Kehidupan Berbangsa, Bernegara dan Pembinaan kesadaran Bela Negara kepada Peserta kuliah umum dalam kegiatan Neo Pro sebanyak 1.135 orang dari 3 fakultas (Fak. Kesehatan, FKIP dan Fak. Teknik) dilingkungan Universitas Citra Bangsa pada saat masa Orientasi di Aula Universitas Citra Bangsa Lantai 5, Kota Kupang di jalan Manafe No. 17 Kayu Putih, Kecamatan Oebobo, Kota Kupang, Rabu (24/08/22).

Kedatangan Komandan Korem 161/Wira Sakti beserta rombongan disambut oleh Ketua Pembina Yayasan Citra Bina Insan Ir. Abraham Paul Liyanto, Rektor Universitas Citra Bangsa Prof. Dr. Frans Salesman, S.E., M.Kes., Wakil Rektor 2 Yoseph Liem, S.T., M.Ars., Wakil Rektor 3 Heryon Bernard Mbuik, M. Pd., dan para Dosen UCB dengan pengalungan kain adat Khas NTT.

Dalam Kuliah Umum tersebut, Danrem 161/Wira Sakti hadir membagikan 29 tahun pengalamannya dari perspektif seorang prajurit yang berselancar di dunia militer Republik Indonesia dalam menjaga kedaulatan Negara Kesatuan Republik Indonesia. Ia membagi materi kali ini ke dalam 4 bagian utama yaitu ; pembukaan, kehidupan berbangsa dan bernegara, kesadaran bela negara, dan penutup.

Baca Juga :  Musda Ke-III, LVRI Siap Melaksanakan Perannya

Pada bagian pembuka, beliau mengenalkan apa itu Teori Dunia Anarki. Danrem juga memberikan penjelasan dengan mengutip pernyataan Andi Widjajanto (2021), tim perumus doktrin TNI AD bahwa “perang akan muncul setelah dunia mengalami krisis, resesi dan sekarang kita masih berjalan di bawah bayang-bayang kekerasan, *We are walking under the shadow of violence.”* Danrem kemudian menjelaskan mengenai Reformasi & Transformasi TNI dan dilanjutkan dengan Perkembangan Lingkungan Strategis (Banglistra) di tingkat global, regional, ASEAN dan nasional. Bagian pembuka, ditutup dengan pertanyaan menggugah, *”How are we willing to be stronger/strongest?”*, karena pemuda/i yang kuat akan membangun bangsa yang kuat dan bangsa yang kuat akan bertahan dan tidak ditindas.

Baca Juga :  Tingkatkan Pertumbuhan Ekonomi Lewat UMKM, Pemda Malaka Siap Gandeng Bank Indonesia

Pada bagian kedua, kehidupan berbangsa dan bernegara, ia memaparkan gambaran mengenai Teori Dunia Paralel, Sejarah Pembentukan Bangsa Indonesia dan posisi keberadaan Indonesia saat ini.

“Meski dulu kita jauh tertinggal dari bangsa lain, akankah kita menjadi bangsa Indonesia yang berdaulat, maju, adil dan makmur pada tahun 2045 nanti? Apakah generasi Z/Zoomers (kelahiran 1997 – 2012) menjadi berkah atau petaka bagi Indonesia saat 2045 nanti? Apakah komitmen berperadaban negara generasi Zoomers sama kualitasnya dengan great generation (1901-1927)?”, ujar Danrem.