Scroll Ke bawah untuk melanjutkan

Daerah  

Rapat bersama Kepala Desa dan Camat Se-Kabupaten Lembata, Gubernur VBL Minta Penyajian Data Harus Tepat dan Akurat

Lembata, Mensanews.com– Gubernur NTT Viktor Bungtilu Laiskodat (VBL) meminta para Kepala Desa untuk serius terhadap data kependudukan, kemiskinan dan stunting agar dalam eksekusi anggaran dapat terealisasi sesuai ketepatan data. Demikian dikatakannya pada saat melakukan pertemuan bersama Kepala Desa Se-Daratan Lembata dalam Rapat Lengkap Pamong Praja Tingkat Kabupaten Lembata Tahun 2022 pada Jumat (09/09/2022) yang diselenggarakan di Ballroom Resto Olympic Lembata.

“Data harus jelas mulai dari jumlah penduduk, angka kemiskinan, stunting, luas lahan setiap desa yang berpotensi untuk mengembangkan pertanian, peternakan, perikanan dan juga sektor lainnya. Dengan data yang lengkap maka intervensi anggaran dari Pemprov, Pemkab, hingga Pemerintah Desa juga tepat sasaran dan anggarannya juga difokuskan pada pihak yang benar-benar mengalami kemiskinan dan juga stunting,” ujarnya.

Baca Juga :  Pariwisata Harus Didesain Secara Baik, Utamakan Keunikan dan Keunggulannya, Kata Gubernur NTT

“Jangan main-main dengan data atau angka. Kalau kita kerja tidak dengan sungguh-sungguh maka anggaran yang dipakai juga tidak jelas hasilnya. Jangan sampai anggaran untuk masyarakat miskin dan stunting kita berikan pada mereka yang hidupnya sudah sejahtera ataupun orang yang rumah tangganya sudah mapan secara ekonomi. Kan kasian kalau anggarannya turun tidak tepat sasaran,” ujar Gubernur.

“Dimata saya, Kepala Desa atau aparat Pemerintah Desa punya punya peran yang sangat besar dalam kemajuan provinsi ini. Para Kepala Desa adalah petarung utama karena langsung berhadapan dengan masyarakat setiap hari dan setiap jam. Kepala Desa harus bisa berpikir kiritis untuk menyelesaikan masalah di desanya mulai dari kemiskinan, stunting hingga pada peningkatan sektor pertanian, peternakan, peningkatan infrastruktur dan sebagainya,” jelas Gubernur.

Baca Juga :  Ketua Neni: Dimasa Mendatang, Baksos Dan Bimbingan Rohani Menjadi Program Kegiatan Komunitas Fitun Malaka

Gubernur menambahkan pentingnya untuk turun langsung dan cek keadaan masyarakat serta harus kerja dengan kolaborasi. “Kita tidak bisa kerja sendiri-sendiri. Menyelesaikan masalah pembangunan di NTT ini harus kerja sinergitas dan kolaborasi. Kita saling butuhkan satu sama lain. Saling koordinasi mulai dari RT/RW, Dusun, Kepala Desa, Camat, Para Kepala Dinas hingga Bupati dan Sekda hingha Gubernur,” kata beliau.

‚ÄúDengan potensi sumber daya alam yang dimiliki, Kabupaten Lembata merupakan top wheel bagi Nusa Tenggara Timur untuk pengembangan bidang perikanan yang menjadi unggulan daerah dan masuk dalam desain penangkapan terukur tingkat nasional. Selain itu, Lembata harus bisa menjadi pilot project Sorgum, Kelor, dan Jagung pada bidang pertanian. Perlunya dukungan dari berbagai pihak untuk mewujudkan Lembata sehingga menjadi salah satu daerah pusat perekonomian di Provinsi NTT,” tegas Gubernur.

Baca Juga :  Resmikan Sarana Air Bersih Siap Minum, Gubernur VBL: Budaya Kita Menghambat Pembangunan Daerah

“Perlu adanya kolaborasi antara perangkat daerah terkait dan kepala desa dalam mengasilkan data yang baik dan akurat untuk disampaikan kepada pemerintah pusat dalam perencanaan program kegiatan daerah untuk mengatasi permasalahan dan mengembangkan potensi daerah. Lembata sebagai penghasil kelor terbesar membutuhkan perhatian khusus dari pemerintah melalui dinas terkait,” imbuhnya.