Scroll Ke bawah untuk melanjutkan

Daerah  

Bupati Simon Ingatkan Filosofi Pemakaian Destar Malaka

Malaka, Mensanews.com– Bupati Malaka, Dr. Simon Nahak, SH, MH mengingatkan kepada seluruh masyarakat untuk selalu menghayati nilai adat dan budaya yang dianutnya. Nilai adat dan budaya itu diterjemahkan melalui simbol-simbol yang dikenakan seseorang sesuai status sosial yang disandangnya.

Ketika berbicara di depan masyarakat di Desa Motaain, Kecamatan Malaka Barat, Selasa, 28 Maret 2023, Bupati Simon Nahak menyentil pemakaian destar (Ulu Hetin) pada kepala seseorang.

“Destar atau Ulu Hetin itu merupakan simbol status atau kedudukan seseorang dalam hidup bermasyarakat. Destar itu menjadi penunjuk agar seseorang dikenal secara baik,” kata Bupati Malaka yang dikenal dengan program Sakti tersebut.

Baca Juga :  Pembangunan PusPem Sudah Mencapai 17 persen, Bupati Simon: Ini Sesuai Target Pemda Malaka

Orang nomor satu di Malaka ini mengutarakan, sejak lahir hingga saat ini pemakaian destar itu tidak berubah, jika dalam sebuah kegiatan ritual adat.

“Destar atau Ulu Hetin yang dikenakan hanya berubah pada bentuk ikatannya. Jikalau masyarakat biasa atau setingkat Fukun sebagai pemangku adat ikatan destarnya berbeda dengan seorang raja,” kata Bupati SN.