Scroll Ke bawah untuk melanjutkan

Bupati Simon:  Solusinya Bangun Tanggul Sehingga Tidak Terus Menerus Berdebat Soal Bencana Banjir

Editor: Redaksi

Malaka, Mensanews.com- Turun lapangan sudah menjadi rutinitas rutin Bupati Malaka, Dr. Simon Nahak, S.H., M.H., ketika ada pengeluhan masyarakat tentang banjir yang menggenangi lahan petani.

Kali ini Bupati SN bersama OPD terkait melakukan peninjauan ke Desa Motaain, Kecamatan Malaka Barat guna melihat secara langsung kondisi lahan yang terendam banjir, Jumad 21 April 2023.

“Saya bersama OPD terkait melakukan kunjungan kerja hari ini, untuk melihat kondisi lahan petani yang terendam lumpur akibat meluapnya banjir dari Benanai”, jelas SN.

Baca Juga :  Bupati Malaka Mendapat Apresiasi Dari Wagub NTT Terkait Usulan Perbanyak Eksekusi Dari Pada Diskusi

Melihat situasi banjir yang semakin hari semakin meresahkan masyarakat yang mengakibatkan lahan petani terendam banjir dan lumpur, Bupati SN langsung memikirkan solusi ditahun ini akan membangun tanggul permanen.

Usai Tinjau Lokasi Banjir, Bupati SN didampingi Kadis Pertanian Foto Bersama Masyarakat.

“Saya melihat secara keseluruhan tidak hanya dari aspek pertanian tetapi juga bagaimana ke depannya menghadapi benanai yang sering kali merendam rumah warga, maka solusi yang harus dibangun tahun ini adalah tanggul”,ungkap SN.

Menurut SN, tanggul permanen yang dimaksud jika dibangun akan bertahan lebih dari 10 tahun sehingga kemudian kita tidak terus menerus berdebat soal gagal panen, soal banjir, bencana, yang  korbanya tidak hanya dari pertanian tetapi juga peternakan.

Baca Juga :  Program Kartu Malaka Cerdas Untuk Pelajar dan Mahasiswa Kembali Disalurkan, Bupati Malaka Teken Perbup Juknis Bantuan Dana

Oleh karena itu lanjut SN, kita mencari sumber penyebabnya dengan mendatangi desa Motaain ini, dan melihat alam seperti ini, berarti sumber penyebab utama adalah soal bencana banjir benanai dan solusinya harus dibangun tanggul, karena tanpa tanggul permanen tersebut, dampak dari banjir ini mengakibatkan rusaknya lahan pertanian dan semua pembangunan struktur maupun infrastruktur yang akan dibangun oleh kepala desa dengan perangkatnya.

“Untuk menahan debit air yang tidak menentu ini, harus dengan tanggul dan pembangunan tanggul ini harus mencari titik yang tepat sehingga kemudian sekalinya dikerjakan akan menguntungkan banyak pihak, mengingat tidak hanya di motaain yang mengalami rendaman banjir ini, tetapi juga di Oanmanen”, ujar SN.