Scroll Ke bawah untuk melanjutkan

Daerah  

Tujuh Tahun menjadi Kadis Nakertrans Kabupaten Malaka, Vincensius Babu Akui Banyak Lakukan Kolaborasi dan Belajar Dari Kabupaten Lain

Reporter : Oll Editor: Redaksi

Malaka, mensanews.com– Tujuh tahun menjadi Kepala Dinas Tenaga Kerja dan Transmigrasi Kabupaten Malaka, Vincensius Babu, S.Pi banyak melakukan kolaborasi dan belajar dari kabupaten lain yang sudah maju terkait  bidang tenaga kerja dan transmigrasi.

Hal ini diungkapkan Vincen saat ditemui media Mensanews.com diruang kerjanya, Jumad, 9  Juni 2023.

“Satu tahun buat perencanaan, kolaborasi dengan kabupaten lain yang sudah maju, belajar dari kabupaten tersebut, dan konsep kerja yang dilakukan bagaimana mendesain atau merancang program-program dibidang tugas yang ada di Naker. Selama satu tahun berjalan mambuat perencanaan dan membuat harmonisasi program dengan provinsi dan pusat”,ungkap Vincen.

Baca Juga :  27 Pejabat Tinggi Pratama Lingkup Pemprov NTT dilantik, Ada Tiga Nama Pejabat Asal Kabupaten Malaka

Ia menjelaskan sumber pembiayaan yang paling besar yang selama ini digunakan semua berasal dari APBN dan APBD I provinsi, dan banyak yang telah dikerjakan dibidang ketenagakerjaan, yakni menciptakan lapangan kerja,pembangunan balai latihan kerja, karena “tugas Disnakretrans itu bagaimana mengurus masyarakat agar bisa terampil dan memanfaatkan potensi yang ada di Malaka.

Khusus memajukan sektor ketenagakerjaan, harus dibangun kolaborasi dan kerjasama yang baik dari berbagai pihak, tidak hanya dalam proses pelatihan dan pemagangan seperti yang dilakukan hari ini, melainkan dari hulu ke hilir hingga ketingkat penyerapan dalam dunia kerja termasuk untuk memastikan tingkat produktivitas tenaga kerja.

Baca Juga :  Danrem 161/WS Menerima Audiensi PPFB Amanuban

Menurutnya, masyarakat harus terampil agar dapat melakukan sesuatu. Diibaratkan dari Disnaker menciptakan gula sehingga semut bisa datang dengan sendirinya, harus melati skil mereka, keterampilan mereka, untuk meminimalisir tenaga kerja yang lebih tertarik atau punya keinginan untuk bekerja di luar Malaka, Padahal potensinya ada di sini.

“Kita terus bekerja, bersyukur, mendapat bantuan dari provinsi dan pusat berupa kegiatan memberi edukasi dan bantuan langsung kepada masyarakat lewat perekrutan tenaga kerja itu banyak hal yang sudah kita kerjakan, dan yang kita dapat dari APBN yang paling besar program ekonomi produktif berupa pelatihan tenaga kerja mandiri, bantuan langsung tunai kepada masyarakat berupa bantuan uang, dan tahun 2022 lalu kita mendapatkan 400 juta  untuk 20 kelompok di Malaka.”, jelas Vicen.