KAD dan KPK Gelar Sosialisasi Pencegahan Korupsi

  • Bagikan

Kupang, NTT (mensanews.com) – Komite Advokasi Daerah (KAD) NTT bekerja sama dengan Tim Koordinasi Supervisi Pencegahan dari Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) melakukan sosialisasi tentang pencegahan korupsi (panduan cek) bagi dunia usaha di Provinsi Nusa Tenggara Timur  sekaligus Penandatanganan kesepakatan sinergitas pencegahan korupsi antara KAD, Regulator, dan Pelaku Usaha yang dipusatkan di Aula Fernandes Kantor Gubernur NTT(29/08/19).

Kepala Satuan Tugas Koordinasi Supervisi Pencegahan KPK, Asep Rahmat Suanda, dalam sambutannya mengatakan sosialisasi ini untuk memberdayakan atau memacu, khususnya sektor swasta khususnya dunia usaha berkolaborasi dengan pemerintah daerah untuk bersama-sama mencegah korupsi.

Baca Juga :  Anak-Anak NTT Punya Kemampuan Sains yang Tinggi

Asep menjelaskan, berdasarkan hasil pemetaan pelaku tindak pidana kasus korupsi yang ditangani KPK sejak 2005, tercatat didominasi pihak swasta. Jumlah pelaku korupsi dari kelompok profesi swasta yang menjadi tersangka di KPK maupun diproses hingga terpidana hingga Juli 2019 mencapai 264 orang. Sebagian besar kasus korupsi yang ditangani KPK berupa tindak pidana korupsi dalam kategori suap. Dalam hal penerima suap tentu adalah penyelenggara negara atau penegak hukum, sedangkan pemberi sebagian besar di sektor swasta.

Ketua Tim Komite Advokasi Daerah, Friet Angi. Photo Istimewah.

Ketua Tim Komite Advokasi Daerah, Friet Angi kepada media ini mengatakan planing ke depan terkait kegiatan ini, sesuai kewenangan Komite Advokasi Daerah dibidang pencegahan maka semua program kerja  akan mengarah kepada ajakan, himbauan, untuk jangan berkorupsi.

  • Bagikan