SMPN 8 Kota Kupang Dimasa Pandemi.

  • Bagikan
Foto: Kepsek SMPN 8 Kota Kupang, Blasius Juni,S.Ag

Kupang, Mensanews.com- Tantangan Global yang mengancam seluruh tatanan hidup manusia menjadi satu peluang baru bagi manusia berkreasi menemukan diri dan bertahan hidup di tengah tantangan tersebut.COVID-19 menjadi ancaman global dimana ancaman tatanan hidup baru dan akhirnya manusia harus bersahabat dan berdampingan situasi kehidupan.

Situasi pendidikan Indonesiapun mengalami goncangan covid-19 dimana kegiatan belajar mengajar (KBM) yang semula hadirnya guru menjadi panutan dan Prototipe bagi siswa-siswi akhirnya kegiatan pembelajaran dalam kelas harus dilakukan secara online / dalam jaringan.

Baca Juga :  Belajar Dimasa Pandemi Covid-19 Varian Terbaru Linus Lusi: NTT Akan Menjadi Role Model Bagi Provinsi Lain.

Hal ini tentunya bukan hal yang mudah bagi guru dan siswa. Sekolah Menengah Pertama Negeri (SMPN) 8 Kota Kupang juga mengalami hal yang sama seperti yang dilakukan oleh seluruh sekolah di Indonesia. Sekolah dengan jumlah siswa sebanyak 1.046 siswa ini juga menjalani proses belajar- mengajar melalui sistem dalam jaringan (berani) maupun luar jaringan (luring).

Kepala SMPN 8 Kota Kupang, Blasius Juni, S.Ag ditemui tim media diruang pekerjaannya dalam situasi pandemi COVID-19 dimana kegiatan belajar mengajar disekolah ini sesuai Daring dan Luring dimana guru memberlakukan sistem modul sebagai pegangan siswa untuk belajar dari rumah. “Kita disini kegiatan belajar mengajar secara Berani dan Luring. Dimana bapak / ibu guru disekolah ini juga memberlakukan modul sebagai siswa ”ungkap Blas Juni.

  • Bagikan