Masalah Pendidikan, Bupati Simon: Tidak Boleh Menunda-Nunda.

  • Bagikan

Kupang, Mensanews.com– Bupati Malaka Dr. Simon Nahak S.H.. M.H., membuka kembali  SMPN dan SMAN Wederok Malaka, yang disegel oleh pemilik lahan pada bulan Februari 2021 yang lalu, dikarenakan alih waris pemilik lahan sempat dijanjikan jadi tenaga kontrak, tenaga daerah (teko-teda) namun tidak terealisasi.

Kejadian ini dapat dikatakan mencoreng dunia pendidikan Kabupaten Malaka. Namun atas inisiatif Bupati Malaka ingin menyelesaikan persoalan tersebut dengan menggunakan pendekatan Non-litigasi, dimana, penyelesaian masalah hukum diluar pengadilan atau penyelesaian sengketa alternatif.

Baca Juga :  Sepasang Turis Rumania Nikmati Pujasera Dan Kuliner Malaka

Bupati Simon menjelaskan tindakan pemerintahan jaman sekarang menggunakan pendekatan nonlitigasi, bagaimana kita mendekatkan diri dengan masyarakat dan tokoh-tokoh masyarakat setempat, penyelesaiannya adalah melalui musyawara mufakat dan penyelesaian secara kekeluargaan.

Lanjut Bupati Simon adapun tuntutan mereka, memang yang pertama, kita sudah aktifkan kembali teko dan teda yang selama ini dinonaktifkan.

“Apalagi teko-teda ini sangat relevan, dimana mereka sehari-hari bekerja sebagai tenaga pendidik di SMPN dan SMAN wederok maka kita aktifkan kembali sehingga semua proses belajar mengajar bisa berjalan dengan lancar”, ucap Bupati Simon.

  • Bagikan