Simon Nahak : Program Sakti “Not Only Lips Servis”

  • Bagikan
Bupati Terpilih, Dr. Simon Nahak, S.H,.M.H

Kupang, Mensanews.com- Setelah penetapan paslon terpilih yang digelar oleh KPU Malaka pada senin,(22/03/2021) di Aula Susteran SSpS Betun, Sang Bupati terpilih Dr.simon Nahak, S.H.,M.H., terlihat begitu bahagia. Setelah melewati begitu banyak tantangan, menanti putusan MK. Akhirnya Doa dan harapan itu terjawab.

“Saya berterima kasih kepada Tuhan, kepada alam semesta, kepada leluhur, kepada semua keluarga, kepada KPUD yang sudah bekerja keras sampai penetapan pleno, semua tim juga teman-teman media, yang cukup agresif membangun opini yang begitu bagus, dan harapan saya kedepan sama-sama membangun Malaka” Ungkap Simon Nahak kepada media ini melalui telpon seluler, Senin (22/03/2021)

Baca Juga :  Jadi Narasumber Di Kemendagri Bupati Simon, kenakan Jas Adat "Tais Marobo"

Menjawab media ini, Simon Nahak menegaskan sekali lagi bahwa, kemenangan ini kemenangan rakyat, bukan kemenangan paket SN-KT. Yang lalu biarlah berlalu.

“saya juga berterima kasih pada petahana yang sudah memimpin kabupaten Malaka 5 tahun, juga sudah membangun Malaka 5 tahun. yang baik saya akan pertahankan, saya akan lestarikan, saya akan jaga, saya akan kawal, yang belum saya akan lakukan dan yang salah saya akan luruskan” tandas Simon Nahak.

Sekarang kita bersaudara, kita bersatu, bersahabat, dengan semua stakeholder yang ada, teman kepolisian, teman tentara, teman media, semua lapisan masyarakat, sekarang tidak ada lagi nomor satu dan dua kita satu bersaudara satu untuk membangun malaka dengan semangat yang ada sehingga betul-betul program kami sakti ini benar kami wujudkan “Not Only Lips Servis” (tidak hanya dibibir).

Baca Juga :  Tokoh Pemekaran Malaka Sebut SN-KT The Simple Leader

“Demi terwujudnya program kami maka suka tidak suka, 100 hari kerja saya akan melakukan audit, ini untuk meluruskan yang bengkok menjadi lurus. Kita mau bekerja dengan jujur dan bersih”, tegas Simon Nahak

Idealisme yang dibangun saat bangku kuliah perlu diterapkan saat menjadi Pejabat publik. “kami memang kuliah tidak diajarkan untuk yang aneh-aneh. Harus bekerja yang sesuai aturan. Aturan harus ada dan harus ditaati”, tutur Simon Nahak

  • Bagikan