Catatan Akhir Tahun Fraksi Partai NasDem DPRD NTT

Reporter : Onchu
Editor : Redaksi
  • Bagikan

“Konsisten Mendukung Kebijakan, Memahami Perbedaan,
Kritis Menilai Implementasi”
————————————————————

Kupang, Mensanews.com – Tahun 2021 akan berlalu, tahun baru 2022 segera tiba. Di pengujung tahun ini, perkenankan Fraksi Partai NasDem DPRD Provinsi NTT menyampaikan catatan akhir tahun, sebagai bagian dari pertanggungjawaban politik kepada Partai dan konstituen, serta kepada seluruh masyarakat NTT.

Fraksi Partai NasDem DPRD Provinsi NTT memahami tugasnya sebagai perpanjangan tangan partai sekaligus penyalur aspirasi Rakyat. Sebagai perpanjangan tangan Partai, Fraksi berusaha menghadirkan wajah Partai baik di Perlemen maupun di tengah publik, melalui kiprah dan perjuangan di lembaga DPRD.

Spirit restorasi sebagai bingkai politik ideologis Partai NasDem dihayati dan diejawantahkan dalam pandangan dan sikap politik yang disampaikan dan ditunjukkan dalam keberadaan di Lembaga DPRD dan di tengah masyarakat.

Baca Juga :  Alex Ofong: Kesuksesan Pemilu 2024 Ditentukan oleh Keterlibatan Kaum Muda

Spirit dan bingkai politik itu diwujudkan secara konkret dalam garis politik tegas sebagai Fraksi Pendukung Pemerintah, Kepemimpinan Viktor Bungtilu Laiskodat dan Josef Nae Soi selaku Gubernur dan Wakil Gubernur NTT 2018-2023.

Garis politik inilah diterjemahkan oleh Fraksi dalam setiap pandangan dan sikap politik, melalui distribusi tugas kepada para anggota Fraksi ke dalam Alat Kelengkapan DPRD Provinsi NTT. Baik di Pimpinan (wakil ketua DPRD), di Badan-Badan (badan musyawarah, badan anggaran, badan pembentukan peraturan daerah, badan kehormatan), maupun di Komisi-Komisi (komisi I – V); dan terutama pandangan dan sikap politik secara umum terkait pengambilan keputusan kelembagaan melalui pandangan umum dan pendapat akhir.

Terjemahan garis politik itu ditegaskan dalam 3 sikap dan posisi: Konsisten mendukung kebijakan Pemerintah Provinsi NTT, Memahami perbedaan pandangan dan sikap Fraksi dan anggota-anggota lain, Kritis terhadap implementasi program dan kegiatan oleh pemerintah melalui perangkat-perangkat daerahnya.

Baca Juga :  Bupati Simon: Materi Menteri Keuangan RI Dijadikan Pedoman Bangun BRIDA Malaka

Sukap dan posisi politik seperti inilah yang dihadirkan Fraksi NasDem selama ini, sejak 2018, termasuk selama 2021, dalam lembaga DPRD Provinsi NTT.

Pertama, sebagai Fraksi Pendukung Pemerintah, tak ada kata berbeda apalagi menolak kebijakan Pemerintah Provinsi NTT di bawah kepemimpinan Viktori-Jos. Ini bukan berarti membeo, tetapi karena kebijakan Viktori-Jos berada dalam satu-kesatuan konsep dan pemahaman, sekaligus menjadi bagian tak terpisahkan dari arah dan penugasan fraksi di lembaga legislatif.
Perbedaan tidak berada pada tataran kebijakan, tetapi pada terjemahan kebijakan menjadi program dan kegiatan, yang proses perencanaannya dikoreksi agar terukur dan dipastikan bermanfaat bagi masyarakat.

Kedua, kendati demikian, Lembaga DPRD adalah lembaga politik, kumpulan pribadi dan kelompok politik dari berbagai kepentingan. Karena itu, perbedaan adalah niscaya, bahkan sebagai hakikat.

Baca Juga :  Empat Kabupaten Di NTT Siap Terima Penjabat Bupati.

Karena itulah berbagai perbedaan pandangan dan sikap dari Fraksi dan Anggota lainya harus kami pahami dan hargai, untuk selanjutnya dikelola bersama dalam dinamika politik yang obyektif, kritis dan etis serta solutif.

Kami bersyukur memiliki teman-teman fraksi dan anggota lain yang selalu bersikap kritis, yang menyampaikan pandangan-pandangan yang berbeda dengan kami, dengan pemerintah, tetapi bertujuan untuk mengoreksi demi perbaikan baik substansi maupun teknis.

Kadang pandangan dan sikap berbeda itu disampaikan dengan keras, bahkan tajam menusuk sukma, tetapi pada akhirnya bermuara pada arah yang sama – demi memastikan kualitas output, benefit, dan impact-nya secara bertanggung jawab.

  • Bagikan