Dalam pidatonya, Bupati Sikka menyebut pembangunan Puskesmas Nanga tidak hanya sebagai pemenuhan kebutuhan fasilitas dasar, tetapi juga sebagai bagian dari rencana jangka panjang pengembangan infrastruktur kesehatan di wilayah timur Flores.
Selain mendukung pelayanan Rumah Sakit St. Elisabeth Lela, puskesmas ini akan menjadi cikal bakal pusat pelatihan tenaga kesehatan yang akan dipersiapkan untuk penugasan ke luar negeri, sejalan dengan visi peningkatan kapasitas sumber daya manusia Sikka.
Pembangunan Diminta Bebas dari Masalah Hukum dan Keterlambatan
Bupati mengingatkan seluruh pihak terkait agar menjaga transparansi, integritas, dan kepatuhan terhadap aturan selama proses pembangunan. Kontraktor, pengawas, konsultan, dan perangkat daerah diminta untuk bekerja secara profesional demi tercapainya target pembangunan secara tepat waktu dan berkualitas.
“Saya minta seluruh proses pembangunan ini berjalan sesuai aturan dan tidak boleh terkendala oleh persoalan hukum. Kepatuhan terhadap regulasi adalah kunci agar pembangunan fisik ini berjalan lancar dan dapat segera dimanfaatkan oleh masyarakat,” tegasnya.
Harapan untuk Kolaborasi dan Partisipasi Masyarakat
Dengan semangat kolaborasi dari berbagai elemen pemerintah, tokoh masyarakat, TNI/Polri, dan masyarakat sipil pembangunan ini diharapkan mampu mempercepat akses layanan kesehatan bagi warga Kecamatan Lela dan sekitarnya.
Puskesmas Nanga diharapkan rampung sesuai jadwal, memenuhi standar pelayanan, dan menjadi contoh sukses pembangunan fasilitas kesehatan berbasis partisipasi masyarakat.
Tetap Terhubung Dengan Kami:
Laporkan
Ikuti Kami
Subscribe
CATATAN REDAKSI: Apabila Ada Pihak Yang Merasa Dirugikan Dan /Atau Keberatan Dengan Penayangan Artikel Dan /Atau Berita Tersebut Diatas, Anda Dapat Mengirimkan Artikel Dan /Atau Berita Berisi Sanggahan Dan /Atau Koreksi Kepada Redaksi Kami Laporkan,
Sebagaimana Diatur Dalam Pasal (1) Ayat (11) Dan (12) Undang-Undang Nomor 40 Tahun 1999 Tentang Pers.










