“Kami ingin setiap keuntungan yang kami hasilkan memberi dampak. Bagi kami, ini bukan CSR, tapi misi hidup,” ujar Ernest.
Penandatanganan Prasasti: Menandai Komitmen Jangka Panjang
Setelah pengguntingan pita, dilanjutkan dengan penandatanganan prasasti batu oleh Ernest Prayuda dan Danrem 161/Wira Sakti Kupang. Prasasti itu memuat nama proyek, para pihak yang terlibat, serta tanggal peresmian sebagai bukti sejarah dan komitmen bersama dalam pembangunan berkelanjutan di daerah terpencil.
“Ini bukan hanya peresmian proyek, ini adalah deklarasi komitmen jangka panjang untuk kesejahteraan rakyat,” ujar Danrem 161/Wira Sakti dalam sambutanya
Menurutnya, TNI AD tidak hanya bertugas menjaga kedaulatan negara, tetapi juga turut hadir dalam kegiatan sosial demi mewujudkan kesejahteraan masyarakat
Momentum yang Menandai Awal Baru
Pengguntingan pita dan penandatanganan prasasti ini bukan sekadar seremoni. Ini adalah simbol dari awal baru bagi masyarakat NTT, bahwa perubahan nyata bisa dimulai dari kolaborasi yang tulus. AFC dan TNI AD telah menunjukkan bahwa ketika sektor swasta dan negara bersatu, hasilnya adalah transformasi sosial yang konkret.
Kini, bak air itu tidak hanya menampung air, tapi juga menampung harapan. Dari Kupang, mimpi itu terus mengalir.
Tetap Terhubung Dengan Kami:
Laporkan
Ikuti Kami
Subscribe
CATATAN REDAKSI: Apabila Ada Pihak Yang Merasa Dirugikan Dan /Atau Keberatan Dengan Penayangan Artikel Dan /Atau Berita Tersebut Diatas, Anda Dapat Mengirimkan Artikel Dan /Atau Berita Berisi Sanggahan Dan /Atau Koreksi Kepada Redaksi Kami Laporkan,
Sebagaimana Diatur Dalam Pasal (1) Ayat (11) Dan (12) Undang-Undang Nomor 40 Tahun 1999 Tentang Pers.










