Akses terhadap pelayanan publik, peningkatan kualitas sumber daya manusia, dan terbukanya kesempatan ekonomi menjadi sejumlah aspek yang perlu mendapat perhatian dalam proses pembangunan NTT.
Pesan tersebut sekaligus menegaskan pentingnya memastikan bahwa agenda strategis pertahanan memberikan manfaat yang selaras dengan tujuan pembangunan daerah. Kehadiran negara di wilayah perbatasan tidak hanya berkaitan dengan terjaganya keamanan, tetapi juga dengan kemampuan menghadirkan pelayanan dan kesempatan yang mendukung kehidupan masyarakat.
Pemerintah Provinsi NTT berharap kunjungan Menhan RI dapat memperkuat komunikasi dan koordinasi lintas sektor sehingga pelaksanaan program pembangunan semakin terarah dan sesuai dengan kebutuhan daerah.
Penyambutan Menhan Sjafrie Sjamsoeddin di Base Ops Lanud El Tari Kupang turut dihadiri sejumlah pejabat daerah dan pimpinan unsur TNI-Polri.
Mereka antara lain Panglima Komando Daerah Militer XXVII/Sobe Sonbai Mayor Jenderal TNI Thevi Angandowa Zebua, Ketua DPRD Provinsi NTT Emilia Nomleni, Kapolda NTT Irjen Pol. Reza Arief Dewanto, S.I.K., serta Komandan Komando Daerah TNI Angkatan Laut VII Kupang Laksamana Muda TNI Joni Sudianto, CHRMP., M.Tr.Opsla.
Turut hadir Komandan Lanud El Tari Kupang Marsma TNI Somad, S.I.P.
Kehadiran para pejabat tersebut mencerminkan pentingnya koordinasi antara pemerintah daerah dan unsur pertahanan serta keamanan dalam mendukung agenda strategis di NTT.
Koordinasi lintas sektor diperlukan agar kebijakan yang berkaitan dengan keamanan wilayah dapat berjalan selaras dengan prioritas pembangunan daerah dan kepentingan masyarakat.
Kunjungan Menhan RI ke NTT diharapkan menjadi kesempatan untuk memperkuat komunikasi antara pemerintah pusat, Pemerintah Provinsi NTT, dan jajaran TNI, khususnya dalam mendukung pembangunan wilayah yang memiliki karakteristik geografis dan tantangan tersendiri.
Sebagai provinsi yang berbatasan dengan negara lain, NTT membutuhkan perhatian berkelanjutan terhadap penguatan pertahanan, konektivitas antardaerah, akses pelayanan dasar, dan pemerataan pembangunan.
Pada saat yang sama, masyarakat membutuhkan pembangunan yang dapat dirasakan secara nyata melalui peningkatan kesempatan kerja, aktivitas ekonomi yang semakin produktif, dan akses pelayanan publik yang lebih baik.
Karena itu, sinergi pertahanan dan pembangunan perlu diwujudkan melalui program yang terkoordinasi, terukur, serta sesuai dengan kewenangan masing-masing lembaga.
Bagi Pemerintah Provinsi NTT, harapan utamanya adalah agar koordinasi yang semakin kuat dapat mempercepat pembangunan dan memastikan masyarakat, termasuk mereka yang tinggal di wilayah pedesaan dan perbatasan, turut merasakan manfaat kehadiran negara.
Kunjungan kerja Menhan Sjafrie Sjamsoeddin pun menjadi momentum untuk memperkuat kolaborasi tersebut, dengan tetap menempatkan keamanan wilayah dan kesejahteraan rakyat sebagai dua kepentingan yang saling mendukung dalam pembangunan Nusa Tenggara Timur.
Tetap Terhubung Dengan Kami:
Laporkan
Ikuti Kami
Subscribe
CATATAN REDAKSI: Apabila Ada Pihak Yang Merasa Dirugikan Dan /Atau Keberatan Dengan Penayangan Artikel Dan /Atau Berita Tersebut Diatas, Anda Dapat Mengirimkan Artikel Dan /Atau Berita Berisi Sanggahan Dan /Atau Koreksi Kepada Redaksi Kami Laporkan,
Sebagaimana Diatur Dalam Pasal (1) Ayat (11) Dan (12) Undang-Undang Nomor 40 Tahun 1999 Tentang Pers.










