Scroll Ke bawah untuk melanjutkan

Gerak Cepat BRI Peduli! Warga Terdampak Gempa Manggarai dan Manggarai Timur Terima Bantuan Pangan

IMG 20260819 WA0010

MANGGARAI, Mensanews.com – Di tengah situasi tanggap darurat pascagempa bumi yang mengguncang wilayah Flores, kepedulian terhadap kebutuhan dasar masyarakat menjadi perhatian penting. Melalui program BRI Peduli, PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk atau BRI menyalurkan bantuan sembako bagi masyarakat terdampak bencana di Kabupaten Manggarai dan Kabupaten Manggarai Timur.

Bantuan tersebut disalurkan pada 16–17 Agustus 2026 sebagai bagian dari respons kemanusiaan BRI terhadap masyarakat yang menghadapi dampak bencana gempa bumi.

Bantuan yang disalurkan berupa nasi box, mie instan, telur, dan air mineral. Sejumlah kebutuhan pangan tersebut diperuntukkan bagi masyarakat terdampak, terutama untuk membantu memenuhi kebutuhan konsumsi selama masa tanggap darurat dan proses pemulihan pascabencana.

Baca Juga :  Serahkan Bantuan Bagi KTH, Wagub JNS: Jangan Sampai Tidak Bisa Merawat Dan Kemudian Jadi Besi Tua

Penyaluran bantuan ini sekaligus menunjukkan bahwa respons terhadap bencana tidak hanya membutuhkan penanganan infrastruktur dan evakuasi, tetapi juga dukungan terhadap kebutuhan dasar masyarakat yang terdampak.

Branch Office Head BRI Ruteng, Akarius Armayadi P., mengatakan penyaluran bantuan melalui program BRI Peduli merupakan wujud kepedulian sekaligus komitmen BRI untuk hadir bersama masyarakat ketika menghadapi situasi sulit akibat bencana.

“Melalui BRI Peduli, kami berupaya hadir dan memberikan dukungan kepada masyarakat yang terdampak bencana gempa di Kabupaten Manggarai dan Manggarai Timur. Bantuan ini diharapkan dapat membantu memenuhi kebutuhan masyarakat, khususnya kebutuhan pangan, di tengah kondisi pascabencana,” ujar Akarius.

Baca Juga :  Menteri Suharso : Percepatan Pembangunan Daerah Tertinggal

Menurut dia, kebutuhan masyarakat dalam situasi bencana dapat berubah dengan cepat. Karena itu, BRI tidak hanya menyalurkan bantuan, tetapi juga terus memantau kondisi di lapangan dan berkoordinasi dengan pihak-pihak terkait agar bantuan yang diberikan dapat sesuai dengan kebutuhan masyarakat.

Langkah tersebut penting untuk memastikan bantuan kemanusiaan tidak berhenti pada seremoni penyaluran, tetapi benar-benar memberikan manfaat bagi warga yang sedang menghadapi masa sulit pascabencana.