Scroll Ke bawah untuk melanjutkan

Daerah  

Apresiasi Sukses PESONAS II, Gubernur Melki Tegaskan NTT Siap Menuju Tuan Rumah PON 2028

IMG 20261019 WA0065

KUPANG, Mensanews.com – Keberhasilan Nusa Tenggara Timur (NTT) menjadi tuan rumah Pekan Special Olympics Nasional (PESONAS) II Tahun 2026 menjadi modal penting untuk mempersiapkan diri menghadapi agenda olahraga yang lebih besar, yakni Pekan Olahraga Nasional (PON) XXII Tahun 2028.

Gubernur NTT Emanuel Melkiades Laka Lena menegaskan bahwa pengalaman melayani kontingen dari berbagai provinsi di Indonesia harus menjadi bahan evaluasi sekaligus pijakan untuk memperkuat kesiapan daerah, mulai dari kualitas pelayanan, koordinasi antarlembaga, fasilitas olahraga, hingga tata kelola penyelenggaraan.

Apresiasi tersebut disampaikan Melki saat memimpin Apel Kesadaran Aparatur Sipil Negara (ASN) lingkup Pemerintah Provinsi NTT di halaman depan Gedung Sasando, Kantor Gubernur NTT, Senin (19/10/2026) pagi.

Menurut Melki, penyelenggaraan PESONAS II 2026 di Kota Kupang tidak hanya menjadi ajang olahraga nasional, tetapi juga kesempatan bagi NTT untuk menunjukkan kemampuan sebagai tuan rumah yang ramah, profesional, dan mampu memberikan pelayanan kepada para atlet, ofisial, serta delegasi dari berbagai daerah.

“Terima kasih dan apresiasi kepada seluruh jajaran Pemprov NTT, khususnya perangkat daerah yang telah memfasilitasi dan memberikan pelayanan kepada kontingen PESONAS dari seluruh Indonesia. Kita sudah menunjukkan bahwa NTT mampu menjadi tuan rumah yang baik,” ungkap Melki.

Apel tersebut turut dihadiri Wakil Gubernur NTT Johni Asadoma, Sekretaris Daerah Provinsi NTT Fransiskus Sales Sodo, para staf ahli gubernur, para asisten Sekda, serta pimpinan perangkat daerah lingkup Pemerintah Provinsi NTT.

Baca Juga :  100 Hari Kerja, Bupati Simon Nahak: Program Audit Bukan Untuk Balas Dendam

Gubernur Melki menjelaskan, keberhasilan menjadi tuan rumah tidak cukup hanya diukur dari kelancaran pertandingan. Kualitas pelayanan, koordinasi panitia, kenyamanan kontingen, dan kesan yang dibawa pulang para peserta juga menjadi bagian penting dalam menilai keberhasilan sebuah kegiatan berskala nasional.

Ia menyampaikan bahwa pelayanan jajaran Pemprov NTT mendapat apresiasi dari Special Olympics Indonesia (SOIna) Pusat maupun para delegasi yang mengikuti PESONAS II 2026.

Menurutnya, pengalaman tersebut menjadi kebanggaan bagi pemerintah daerah sekaligus pembelajaran untuk meningkatkan standar pelayanan dalam penyelenggaraan kegiatan berikutnya.

“Teman-teman dari berbagai daerah pulang membawa kesan yang baik. Mereka senang mengikuti PESONAS di NTT karena kita melayani mereka dengan luar biasa. Ini menjadi pelajaran berharga bagi kita. Hal-hal yang masih kurang harus kita benahi agar penyelenggaraan kegiatan berikutnya bisa lebih baik,” tegasnya.

Pernyataan tersebut menempatkan evaluasi sebagai bagian penting dari persiapan menuju PON 2028. Pengalaman melayani peserta dari berbagai daerah diharapkan dapat membantu pemerintah daerah mengidentifikasi kekuatan yang perlu dipertahankan dan kekurangan yang harus segera diperbaiki.

PON memiliki kebutuhan penyelenggaraan yang lebih luas, mulai dari kesiapan venue, pengelolaan pertandingan, akomodasi, transportasi, pelayanan kesehatan, keamanan, hingga administrasi dan pertanggungjawaban anggaran.

Baca Juga :  Kunjungan Kerja Hari Kedua di Maumere: Gubernur NTT Minta Gunakan Pola Baru untuk Dorong Peningkatan PAD

Karena itu, Gubernur Melki meminta seluruh perangkat daerah memperkuat koordinasi dan mempersiapkan setiap kebutuhan secara terencana agar penyelenggaraan PON XXII Tahun 2028 dapat berlangsung sesuai standar yang ditetapkan.Dalam arahannya, Melki mengungkapkan bahwa delegasi Komite Olahraga Nasional Indonesia (KONI) telah datang ke NTT untuk melakukan pengecekan langsung terhadap kesiapan sejumlah venue yang direncanakan digunakan dalam penyelenggaraan PON XXII Tahun 2028.

Berdasarkan hasil peninjauan tersebut, ia menyampaikan optimisme bahwa NTT siap menjadi tuan rumah. Meski demikian, optimisme tersebut perlu disertai langkah konkret melalui pembenahan fasilitas, perencanaan yang matang, serta koordinasi lintas perangkat daerah.

Kesiapan venue menjadi salah satu aspek penting karena fasilitas olahraga harus mendukung kebutuhan pertandingan, keselamatan atlet, kenyamanan penonton, dan kelancaran operasional penyelenggaraan.

Selain itu, pemerintah daerah perlu memastikan bahwa dukungan transportasi, akomodasi, pelayanan publik, dan berbagai fasilitas pendukung lainnya dapat dipersiapkan secara terintegrasi.

Dengan persiapan yang terukur, PON 2028 diharapkan tidak hanya menjadi agenda olahraga nasional, tetapi juga kesempatan bagi NTT untuk memperlihatkan kapasitas penyelenggaraan kegiatan berskala besar.

Namun, realisasi kesiapan tersebut tetap membutuhkan evaluasi berkelanjutan, pemenuhan standar teknis, dukungan lintas sektor, dan penyesuaian terhadap kebutuhan resmi penyelenggaraan PON.
Lima Target Sukses PON XXII Tahun 2028
Gubernur Melki menegaskan bahwa Pemerintah Provinsi NTT tidak ingin PON 2028 hanya sukses sebagai penyelenggara. Ajang tersebut harus memberikan manfaat yang lebih luas bagi prestasi olahraga, pertumbuhan ekonomi, promosi pariwisata, dan kualitas tata kelola pemerintahan.

Baca Juga :  Dukungan Nyata Pemprov NTT, Gedung Daerah Difungsikan untuk Kantor Kanwil Kemenham

Untuk itu, ia menetapkan lima target sukses yang perlu menjadi komitmen bersama seluruh perangkat daerah.

Pertama, sukses penyelenggaraan.
Seluruh rangkaian PON XXII Tahun 2028 harus dipersiapkan agar berlangsung lancar, profesional, tertib, dan tepat waktu. Target ini membutuhkan perencanaan yang matang, pembagian tanggung jawab yang jelas, serta koordinasi yang efektif antara seluruh pihak terkait.

Kedua, sukses prestasi.
NTT ingin memperkuat pembinaan atlet dan membangun budaya berprestasi agar mampu bersaing di tingkat nasional. Dalam arahannya, Melki menyebut target menembus peringkat 10 besar nasional sebagai sasaran yang ingin dicapai.

Target tersebut membutuhkan pembinaan atlet yang berkelanjutan, peningkatan kualitas pelatih, dukungan fasilitas latihan, serta persiapan kompetisi yang terencana.

Ketiga, sukses ekonomi.
PON diharapkan menjadi penggerak aktivitas ekonomi masyarakat. Pelaku usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM), sektor perdagangan, penyedia jasa, serta usaha masyarakat lainnya berpeluang memperoleh manfaat dari meningkatnya aktivitas selama penyelenggaraan.