Scroll Ke bawah untuk melanjutkan

Daerah  

Gabriel Seran : Pernyataan Forum Diskusi Pemuda Malaka Lawan Covid-19 Dilandasi Kurangnya Informasi

satgas kovit malaka
Drs. Gabriel Seran, MM, Kalak BPBD Kab. Malaka, Koordinator/Wkl Sekretaris Satgas Penanganan Covidv-19 Kabupaten Malaka

Sambungnya, bahkan di dalam surat Bupati Malaka terakhir yang ditujukan kepada sekolah-sekolah itu untuk tidak melakukan secara tatap muka langsung untuk sementara waktu. Yang dilakukan itu sistem pembelajaran Daring. Dimana Guru-guru mengunjungi siswa ditempat yang sudah ditentukan dengan jumlah siswanya terbatas.

“Untuk sekolah tatap muka langsung di Sekolah, kita tutup untuk sementara demikian juga kegiatan di tempat-tempat ibadah seperti di Gereja, Masjid, Pura dan lain-lain sejenisnya yang menjadikannya sebagai tempat ibadah. Khusus untuk tempat ibadah itu untuk kita dari Kristen Katolik sejalan dengan surat Gembala yang dikeluarkan oleh Bapak Uskup”, ungkap Gabriel.

Dikatakan bahwa dalam surat Bupati Malaka, melarang dengan tegas, segala bentuk aktivitas yang menimbulkan kerumunan seperti pesta, baik pesta adat perkawinan, pesta resepsi perkawinan, pesta rumah adat, pesta syukur wisuda, pesta permandian, sambut baru dan sejenisnya saat ini kita tutup.

Baca Juga :  IAKN Kupang Dan KIP NTT SiapTandatangi  MoU

Sedangkan diberlakukan pembatasan-pembatan pada aktivitas lainnya termasuk pasar, aktivitas baik toko-toko kelontong, toko-toko pakaian diberlakukan pembatasan mulai dari jam operasional dengan pembatasan jumlah pembeli yang masuk ke setiap toko dengan penerapan protokol Covi-19 secara ketat, tertib dan disiplin.

Dalam penanganan covid-19 Pemda bersinergi dengan TNI POLRI dalam mengawal PPKM sesuai surat arahan Bupati Malaka, yang intinya meningkatkan penjagaan di 3 posko perbatasan Lamea, Takimetan dan Nurobo, serta mengaktifkan posko desa, menutup aktivitas di tempat Ibadah, dan hanya dapat dilakukan secara daring dan KBM tidak dapat dilakukan secara tatap muka, dan pemberlakuan terhadap pasien non Covid-19 hanya 1 x 24 jam saja.

Baca Juga :  Forum Komunikasi Pejuang Timor Timur Nyatakan Sikap Dukung SN Maju Periode Kedua

Jadi saya rasa kalau Pemda Malaka tidak punya nurani itu pernyataan sepihak yang tidak berlogika karena kami sudah berupaya semaksimal mungkin kalau menurut dia (Forum) pendekatan sosial yang harus ada nurani itu yang bagaimana?

“Sampai tadi saja kita masih berupaya untuk pendekatan ke masyarakat kita yang secara protak ada kontak langsung dengan pasien yang dinyatakan positif kita lakukan triping misalnya tadi di Fahiluka, kemarin juga di Fahiluka. Masyarakat yang berupaya masuk di pintu masuk kita melakukan pendekatan supaya Bapak Ibu di tes, diperiksa agar kita dapat memastikan Bapak, Ibu itu terdeteksi covid-19 atau tidak. Kalau yang positif ya kita lakukan isolasi. Yang berat kita lakukan isolasi terpusat, yang ringan kita lakukan isolasi mandiri”, jelas Gabriel

Baca Juga :  Sertijab Bersejarah: Pergantian Kepemimpinan NTT, Gubernur Melki Laka Lena Siap Bangun NTT

“Oleh karena itu, ya saya anggap pernyataan “Forum Diskusi Pemuda Malaka Lawan Covid-19” itu pernyataan sepihak dan mengada-ngada” Tutup Gabriel. (Oll)