Pius mengemukakan alasan pembangunan Puspem diapresiasi. “Malaka menjadi satu kabupaten sudah sepuluh tahun lalu. Bupati Malaka berhasil meletakan batu pertama. Ini gengsi dan harga diri. Karena Malaka punya Uma Koros (red, tempat berkumpul, bekerja dan menaruh harapan),” jelas Pius.
Meski demikian, Pius terus memberi motivasi atas semua itikad baik, kerja keras dalam membangun Malaka terutama pembangunan Puspem. “Uma Koros, fatik maklibur, hodi husu no hakroan ba iha leten ba, iha as ba. Lolo liman la to’o, bi’i ain la dai,” tegas Pius menjelaskan dalam bahasa Tetun, Puspem sebagai tempat berkumpul dan menaruh harapan, rumah perjuangan untuk sebuah persembahan kepada Maha Kuasa, yang dapat memelihara dan mempersatukan.
Selanjutnya, Pius menekankan Puspem sebagai tempat pelayanan. Pembangunan Puspem dilakukan Bupati Malaka, Dr. Simon Nahak, S.H.,M.H sesuai janji dalam visi-misi dan program kerja. Janji pelayanan dan kerja keras untuk mencapai Bonum Commune (red, kebaikan atau kesejahteraan bersama).
Tetap Terhubung Dengan Kami:
Laporkan
Ikuti Kami
Subscribe
CATATAN REDAKSI: Apabila Ada Pihak Yang Merasa Dirugikan Dan /Atau Keberatan Dengan Penayangan Artikel Dan /Atau Berita Tersebut Diatas, Anda Dapat Mengirimkan Artikel Dan /Atau Berita Berisi Sanggahan Dan /Atau Koreksi Kepada Redaksi Kami Laporkan,
Sebagaimana Diatur Dalam Pasal (1) Ayat (11) Dan (12) Undang-Undang Nomor 40 Tahun 1999 Tentang Pers.










