Hal ini bertujuan untuk peningkatan ekonomi masyarakat, penguatan keluarga jadi itu dimulai dari “home industry”
“Kalau kita hidupkan Home industry maka, otomatis ekonomi keluarga ini akan dikuatkan. Begitu ekonomi keluarga dikuatkan, kita harapkan akan berdampak pada pendidikan, pola asuh anak juga pasti akan ditingkatkan dengan demikian kita harapkan stunting yang menjadi momok untuk NTT ini bisa kita atasi pelan-pelan”, ungkap ketua Dekranasda Kabupaten Malaka.
Memang tidak akan segera tetapi paling tidak kita memulai sesuatu hal yang baru untuk penanganan dan pencegahan stunting dan penanganan yang sudah mengalami stunting.
Memang dari sisi PKK itu yang bisa kami lakukan untuk masyarakat malaka sangat bagus dampaknya karena kita punya modal. Modal kita apa? Alamnya bagus, menghasilkan banyak jenis komoditi, ada madu, ada ikan banyak, ada marungga, yang semua memiliki kwalitasnya dan masih banyak lagi; kacang hijau, pisang, singkong dan lainnya.
“Ini semua kita coba membuat menjadikan satu olahan makanan dengan berbagai jenis sehingga orang tidak bosan hanya makan ubi rebus, ubi bakar tetapi juga membuat bentuk lain daripada olahan singkong misalnya seperti itu”, tandas dr Maria Nahak
Nah ini sangat berdampak tentunya, dari sisi gizinya, sisi ekonominya, kemudian pada peningkatan kinerja daripada masyarakat Malaka. Nah kita harapkan adanya kegiatan-kegiatan positif ini memicu masyarakat untuk meningkatkan etos kerja. Itu yang penting, kalau etos kerja sudah bagus kita harapkan juga ada peningkatan ekonomi.
Pada pertemuan tersebut, kata dr Maria Nahak, Bunda juga menawarkan untuk pendidikan dan pelatihan bagi mereka yang berminat untuk maju dan ini saya sangat apresiasi. Kami merasa ini suatu kebanggaan buat kami karena Bunda mau menjadikan malaka sebagai salah satu kabupaten prioritas yang harus diperhatikan penuh meskipun malaka kabupaten yang baru.
Maria Nahak juga menyampaikan bahwa kedatangannya tidak hanya bertemu ibu Gubenur tetapi sebelumnya kami bertemu Ibu wagub. Adapun kami bertemu ibu wagub dalam rangka menyerahkan pakaian adat dengan aksesoris yang lengkap untuk beliau memakainya pada saat 17 Agustus nanti.
Selain menerima kami untuk acara penyerahan pakaian, ibu Wagub juga memperkenalkan kepada kami untuk mengolah marungga dengan cara yang benar jadi beliau ada dapur marungga ternyata di rumah pribadinya. Jadi saya sempat ke atas tadi, saya melihat bagaimana sebaiknya mengolah marungga.
“Pengalaman hari ini luar biasa, saya dapat banyak ilmu, saya dapat banyak motivasi. Mudah-mudahan setelah pulang di Malaka kami akan mulai berproses dalam menciptakan inovasi inovasi baru”, pungkas dr Maria
Turut hadir dalam kegiatan ini, Ibu Sekda, ibu asisten-1 dan ibu asisten-3 juga kami dari sekretaris PKK, Dekranasda bersama ketua Pokja-3. (Oll)
Tetap Terhubung Dengan Kami:
Laporkan
Ikuti Kami
Subscribe
CATATAN REDAKSI: Apabila Ada Pihak Yang Merasa Dirugikan Dan /Atau Keberatan Dengan Penayangan Artikel Dan /Atau Berita Tersebut Diatas, Anda Dapat Mengirimkan Artikel Dan /Atau Berita Berisi Sanggahan Dan /Atau Koreksi Kepada Redaksi Kami Laporkan,
Sebagaimana Diatur Dalam Pasal (1) Ayat (11) Dan (12) Undang-Undang Nomor 40 Tahun 1999 Tentang Pers.










