“Kita sudah ajukan anggaran ke Kementerian KLHK sebesar 35 milliar rupiah dari anggaran Pemulihan Ekonomi Nasional (PEN) untuk pengembangan wisata kawasan konservasi. Pola yang dirancang untuk ini adalah dengan padat karya, dengan libatkan masyarakat dalam penataan kawasan konservasi. Misalnya masyarakat diberi upah untuk kerjakan lopo atau buat jalan setapak.Mudah-mudahan kementerian bisa mengabulkan proposal kita ini sehingga bisa turut meransang pertumbuhan ekonomi NTT nantinya,” jelas Timbul.
Timbul juga melaporkan, tahun depan sekitar bulan Agustus NTT khususnya Kota Kupang akan jadi tuan rumah HKAN(Hari Konservasi Alam Nasional).
Dalam kesempatan itu, Ir. Timbul Batubara, M.Si juga menginformasikan, Balai Konservasi SDA NTT meraih penghargaan sekitar 35 sertifikat dan 8 plakat terbaik dalam lomba foto maupun video keindahan alam yang diselenggarakan oleh Direktorat Jenderal Konservasi Sumber Daya Alam dan Ekosistem KLHK.
“Kami bangga karena yang persembahkan sertifikat maupun pelakat ini adalah para pegawai maupun tenaga honorer dan masyarakat yang jadi mitra kita,” pungkas Timbul.
Tampak hadir pada kesempatan tersebut Kadis Perhubungan NTT, Plt. Kadis Lingkungan Hidup dan Kehutanan dan pejabat dari Balai Konservasi SDA. (*MN)
Tetap Terhubung Dengan Kami:
Laporkan
Ikuti Kami
Subscribe
CATATAN REDAKSI: Apabila Ada Pihak Yang Merasa Dirugikan Dan /Atau Keberatan Dengan Penayangan Artikel Dan /Atau Berita Tersebut Diatas, Anda Dapat Mengirimkan Artikel Dan /Atau Berita Berisi Sanggahan Dan /Atau Koreksi Kepada Redaksi Kami Laporkan,
Sebagaimana Diatur Dalam Pasal (1) Ayat (11) Dan (12) Undang-Undang Nomor 40 Tahun 1999 Tentang Pers.










