Agung Subangun, yang turut hadir dalam uji coba tersebut, menambahkan bahwa keberadaan insinerator ini memiliki peranan penting dalam menjaga kelancaran operasional PLTD Komodo, sekaligus memperhatikan dampak lingkungan. “Dengan insinerator ini, pengelolaan limbah di PLTD Komodo akan semakin optimal dan ramah lingkungan, memberikan dampak positif tidak hanya bagi fasilitas kami, tetapi juga bagi masyarakat di sekitar PLTD,” katanya.
Selain manfaat ekologis, penerapan insinerator ini juga diharapkan dapat meningkatkan efisiensi operasional pembangkit listrik. Pengelolaan limbah yang lebih baik memungkinkan PLTD Komodo untuk beroperasi dengan lebih lancar tanpa gangguan dari masalah limbah. Inovasi ini sejalan dengan visi perusahaan untuk menyediakan energi yang andal, berkelanjutan, dan ramah lingkungan bagi masyarakat.
Proses uji coba ini melibatkan dukungan penuh dari tim teknis dan operasional PLTD Komodo yang telah berkolaborasi untuk memastikan bahwa insinerator berfungsi secara optimal. “Kami mengapresiasi kerja keras seluruh tim dalam melaksanakan teknologi ini. Dengan semangat kolaborasi dan inovasi, kami yakin pengelolaan limbah di PLTD Komodo akan semakin baik di masa depan,” tutup Doddy.
Dengan diimplementasikannya teknologi insinerator ramah lingkungan ini, PLTD Komodo tidak hanya menunjukkan komitmennya terhadap keberlanjutan dan pelestarian lingkungan, tetapi juga berperan sebagai contoh positif bagi industri kelistrikan di Indonesia. Teknologi ini diharapkan dapat membawa manfaat lebih luas bagi masyarakat sekitar, dengan menciptakan lingkungan yang lebih bersih dan sehat.
Tetap Terhubung Dengan Kami:
Laporkan
Ikuti Kami
Subscribe
CATATAN REDAKSI: Apabila Ada Pihak Yang Merasa Dirugikan Dan /Atau Keberatan Dengan Penayangan Artikel Dan /Atau Berita Tersebut Diatas, Anda Dapat Mengirimkan Artikel Dan /Atau Berita Berisi Sanggahan Dan /Atau Koreksi Kepada Redaksi Kami Laporkan,
Sebagaimana Diatur Dalam Pasal (1) Ayat (11) Dan (12) Undang-Undang Nomor 40 Tahun 1999 Tentang Pers.










