Jakarta, Mensanews.com Pekan Olahraga Nasional (PON) ke-22 yang akan digelar di Nusa Tenggara Timur (NTT) pada tahun 2028, resmi berada di bawah tanggung jawab tiga tokoh sentral provinsi tersebut: Gubernur NTT Melki Laka Lena, Wakil Gubernur Jhoni Asadoma, dan mantan Wakil Gubernur sekaligus Ketua Umum KONI NTT, Dr.Drs. Josef Nae Soi, MM.,PHD.
Trio Melki-Jhoni-Joss ini harus menjadi penanggung jawab utama pelaksanaan PON 2028. Mereka tidak hanya mencerminkan kesinambungan kepemimpinan di NTT, tetapi juga pengakuan atas peran historis mereka dalam memperjuangkan agar NTT dipercaya menjadi tuan rumah PON untuk pertama kalinya sepanjang sejarah.
Kepada Mensanews.com, Selasa (3/6), Josef Nae Soi menjelaskan bahwa PON 2028 adalah buah perjuangan politik dan diplomasi yang dimulai sejak 2021 yakni duet sejak kepemimpinan Viktori-Joss.
Sesuai aturan, penentuan tuan rumah PON melalui proses panjang. Melalui bidding di lakukan sebelum 7 tahun pelaksanaan PON. Atas perjuangan ketua umum KONI NTT yang sekaligus Wakil Gubernur saat itu dengan pengalaman sebagai anggota DPR RI dan politisi senior Partai Golkar beliau melakukan lobby ke seluruh Gubernur di Indonesia.
Tetap Terhubung Dengan Kami:
Laporkan
Ikuti Kami
Subscribe
CATATAN REDAKSI: Apabila Ada Pihak Yang Merasa Dirugikan Dan /Atau Keberatan Dengan Penayangan Artikel Dan /Atau Berita Tersebut Diatas, Anda Dapat Mengirimkan Artikel Dan /Atau Berita Berisi Sanggahan Dan /Atau Koreksi Kepada Redaksi Kami Laporkan,
Sebagaimana Diatur Dalam Pasal (1) Ayat (11) Dan (12) Undang-Undang Nomor 40 Tahun 1999 Tentang Pers.










