Scroll Ke bawah untuk melanjutkan

Daerah  

Simbol Toleransi dan Keberagaman di NTT: Gubernur Melki Laka Lena Resmikan Gedung Gereja Toraja Jemaat Kupang

Editor: Redaksi
IMG 20250607 WA0007

IMG 20250607 WA0010Kupang, Mensanews.com – Di tengah semangat kerukunan antarumat beragama dan kebhinnekaan yang menjadi ciri khas Provinsi Nusa Tenggara Timur (NTT), Gubernur NTT Emanuel Melkiades Laka Lena meresmikan Gedung Gereja Toraja Jemaat Kupang dalam sebuah seremoni pentahbisan yang sarat makna budaya dan spiritual, Jumat (6/6).

Gedung gereja yang berdiri megah sejak mulai dibangun pada 2017 ini menjadi penanda penting bagi komunitas Toraja di NTT, sekaligus simbol keharmonisan dan partisipasi aktif dalam pembangunan daerah. Dalam sambutannya, Gubernur Melki menegaskan bahwa peresmian ini bukan sekadar acara keagamaan, tetapi juga refleksi dari wajah NTT sebagai rumah besar bagi keberagaman yang rukun.

“Momen syukur pentahbisan Gedung Gereja ini merupakan momen bersejarah, tidak hanya bagi komunitas Toraja di Kupang, tapi juga seluruh masyarakat NTT. Ini adalah gambaran nyata toleransi yang hidup dan tumbuh di tengah kita,” ujar Gubernur Melki.

Baca Juga :  Pendataan Keluarga Tahun 2023 Harus Valid dan Akurat Sesuai Kebutuhan

Arsitektur Tongkonan, Simbol Iman dan Budaya

Gedung Gereja Toraja Jemaat Kupang bukanlah bangunan gereja biasa. Dalam pidatonya, Ketua Panitia Pentahbisan Zet Tadung Allo menekankan bahwa desain gereja ini terinspirasi dari arsitektur Tongkonan – rumah adat khas Toraja yang sarat dengan nilai-nilai spiritual dan filosofi hidup.

“Tongkonan adalah simbol kehidupan dalam budaya Toraja. Ia mengajarkan relasi vertikal dengan Tuhan dan relasi horizontal dengan sesama serta alam semesta. Ini tercermin dari ukiran dan ornamen pada gedung gereja,” ungkap Zet.

Baca Juga :  Ketua SMSI Kabupaten Malaka Tekankan Peran Media dalam Mengawal Pemerintahan dan Kemajuan Daerah

Kehadiran Tongkonan dalam wujud gereja menjadi narasi visual bahwa iman dan budaya tidak berjalan sendiri-sendiri, tapi saling memperkuat dan memperkaya.

Persembahan Budaya dalam Ibadah Syukur