Scroll Ke bawah untuk melanjutkan

Daerah  

Tanggapi Kematian Prajurit, Kodam IX/Udayana Gelar Konferensi Pers: Transparansi dan Penegakan Hukum Jadi Prioritas

Editor: Redaksi
IMG 20250809 WA0014

“Kami berharap pelaku yang bertanggung jawab mendapat hukuman yang setimpal sesuai hukum yang berlaku,” ujar Serma Christian.

Klarifikasi Soal Beredarnya Informasi di Media Sosial

Menanggapi kabar dugaan keterlibatan empat personel militer dalam insiden ini, Letkol Amir menegaskan bahwa informasi tersebut belum bisa dijadikan rujukan resmi. Kodam tidak memverifikasi foto maupun dokumen yang beredar luas di media sosial dan hanya mengandalkan hasil investigasi tim resmi.

Reformasi Internal dan Pencegahan Kekerasan

Kodam IX/Udayana menyampaikan bahwa peningkatan kualitas pembinaan personel dengan pendekatan humanis kini menjadi fokus utama. Penekanan terhadap pencegahan kekerasan dalam pelatihan dan penugasan adalah bagian dari reformasi yang terus berjalan, sebagai upaya mencegah kejadian serupa di masa depan.

Baca Juga :  Korban Banjir Di Malaka Belum Makan Siang, Karena Tim Evakuasi Kekurangan Alat

Sanksi Hukum dan Proses Pengadilan Militer

Letkol Amir memastikan bahwa keputusan sanksi akan berada sepenuhnya di ranah pengadilan militer setelah proses investigasi selesai. “Kami menghormati kekecewaan keluarga, tetapi seluruh proses diserahkan ke institusi yang berwenang agar berjalan objektif dan sesuai hukum,” jelasnya.

Komitmen Kodam IX/Udayana terhadap Keadilan

Konferensi pers ini menjadi bukti komitmen Kodam IX/Udayana untuk menegakkan keadilan dan profesionalisme dalam menangani insiden ini. Sikap cepat Pangdam IX/Udayana membentuk tim investigasi mencerminkan keseriusan institusi dalam melindungi marwah dan integritas militer.

Baca Juga :  Capacity Building TP2DD Perkuat Implementasi Digitalisasi Transaksi Pemerintah Daerah di Provinsi NTT

“Kodam tidak akan menoleransi pelanggaran hukum oleh siapa pun. Prinsip kebenaran dan keadilan adalah landasan utama kami,” tutup Wakapendam.