Lebih lanjut, Very Awales menegaskan bahwa partisipasi aktif masyarakat untuk menjadi anggota perpustakaan merupakan bentuk dukungan nyata terhadap pembangunan kualitas literasi daerah.
“Dengan menjadi anggota Perpustakaan Frans Seda Kabupaten Sikka, kita semua telah berkontribusi langsung dalam mendukung peningkatan Indeks Pembangunan Literasi Masyarakat (IPLM) Kabupaten Sikka tahun 2026,” ungkapnya.
Sebagai informasi, IPLM Kabupaten Sikka Tahun 2024 tercatat berada pada angka 48 dengan kategori rendah. Sementara itu, penilaian IPLM Tahun 2025 masih dalam proses dan diberikan waktu perbaikan hingga 31 Januari 2026. Adapun Indeks Tingkat Kegemaran Membaca (TKM) Kabupaten Sikka Tahun 2025 berada pada angka 64 dengan kategori sedang.
Very Awales juga mengungkapkan bahwa hingga 31 Desember 2025, jumlah anggota Perpustakaan Frans Seda Maumere tercatat sebanyak 6.750 orang. Angka tersebut dinilai masih sangat rendah jika dibandingkan dengan total jumlah penduduk Kabupaten Sikka.
“Jumlah ini masih jauh dari ideal. Karena itu, kami terus mendorong keterlibatan aktif masyarakat untuk bergabung dan memanfaatkan fasilitas perpustakaan sebagai pusat pembelajaran, pengembangan literasi, dan ruang berbagi pengetahuan,” jelasnya.
Melalui gerakan peningkatan keanggotaan perpustakaan ini, Pemerintah Kabupaten Sikka berharap kesadaran masyarakat terhadap pentingnya membaca dan literasi semakin meningkat. Tujuannya adalah mewujudkan sumber daya manusia Kabupaten Sikka yang cerdas, berdaya saing, dan berbudaya literasi, sejalan dengan tagline:
“Bangga Menjadi Anggota Perpustakaan Frans Seda Kabupaten Sikka.”
Tetap Terhubung Dengan Kami:
Laporkan
Ikuti Kami
Subscribe
CATATAN REDAKSI: Apabila Ada Pihak Yang Merasa Dirugikan Dan /Atau Keberatan Dengan Penayangan Artikel Dan /Atau Berita Tersebut Diatas, Anda Dapat Mengirimkan Artikel Dan /Atau Berita Berisi Sanggahan Dan /Atau Koreksi Kepada Redaksi Kami Laporkan,
Sebagaimana Diatur Dalam Pasal (1) Ayat (11) Dan (12) Undang-Undang Nomor 40 Tahun 1999 Tentang Pers.










