Scroll Ke bawah untuk melanjutkan

Daerah  

Klaim Kerja Sama NTT Mart dan SMKN 2 Kupang Dipertanyakan, Kadis Perindag NTT Tegaskan: Tidak Pernah Ada

Reporter : Oll Editor: Redaksi
IMG 20260204 WA0003

Aspek pendanaan pun menjadi sorotan. Beredar isu bahwa program NTT Mart di sekolah dikaitkan dengan Dana Bantuan Operasional Sekolah (BOS). Namun, Sony memastikan bahwa seluruh pembiayaan NTT Mart murni bersumber dari APBD Provinsi NTT, sebagaimana tercantum dalam Dokumen Pelaksanaan Anggaran (DPA) Disperindag.

“Tidak ada satu rupiah pun Dana BOS yang digunakan untuk NTT Mart,” tegasnya.

Hingga saat ini, kata Sony, NTT Mart baru terbentuk di 18 kabupaten/kota di NTT, sementara empat daerah lainnya masih dalam tahap proses administratif dan teknis. Ia juga meluruskan bahwa agenda launching NTT Mart oleh Gubernur NTT Melkiades Laka Lena pada 5 Februari 2026 dijadwalkan berlangsung di Kabupaten Lembata, bukan di Kota Kupang.

Baca Juga :  Resmi Dilantik Jadi Ketua Umum KONI Malaka, Simon Nahak: Merebut Itu Mudah Tetapi Mempertahankan Itu Sulit

Kondisi ini memunculkan pertanyaan serius terkait asal-usul informasi yang keliru tersebut. Publik menilai perlu adanya penelusuran lebih lanjut mengenai siapa pihak yang pertama kali menyebarkan klaim kerja sama dan agenda launching NTT Mart di SMKN 2 Kota Kupang, serta untuk kepentingan apa informasi itu disebarluaskan.

Disperindag Provinsi NTT menegaskan pentingnya verifikasi publik terhadap setiap informasi yang berkaitan dengan program pemerintah, agar tidak terjadi distorsi kebijakan, penyalahgunaan nama lembaga, maupun kebingungan di tengah masyarakat.

“Klarifikasi ini penting agar program pemerintah tidak diseret oleh informasi yang tidak benar dan tidak bertanggung jawab,” tutup Sony Libing. (Team)