SUMBA TENGAH, Mensanewa.com – Di balik dinding bambu yang sederhana, suara lantunan ayat suci Al-Qur’an kembali menggema dengan penuh harapan di Taman Pendidikan Al-Qur’an (TPQ) Asy-Syuhada, Desa Wendewa Utara, Kecamatan Mamboro, Kabupaten Sumba Tengah. Setelah sempat dilanda musibah kebakaran yang menghanguskan bangunan dan fasilitas belajar, kini secercah cahaya baru hadir melalui kepedulian PT PLN (Persero) yang disalurkan melalui Yayasan Baitul Maal (YBM) PLN Unit Pelaksana Proyek Ketenagalistrikan (UP2K) Sumba.
Pada Selasa (16/6), YBM PLN UP2K Sumba menyalurkan bantuan berupa pemasangan listrik gratis berdaya 1.300 VA lengkap dengan instalasi listrik di dalam bangunan, terdiri atas enam titik lampu dan empat stop kontak. Selain itu, bantuan juga mencakup tiga unit kipas angin serta santunan tunai bagi enam guru ngaji yang selama ini tetap setia mengajar di tengah berbagai keterbatasan.
Bantuan tersebut bukan sekadar menghadirkan aliran listrik, tetapi juga menghidupkan kembali semangat belajar para santri yang sempat terguncang akibat musibah. Pasca-kebakaran, aktivitas belajar mengaji terpaksa dilakukan di bangunan darurat berdinding bambu dengan fasilitas yang sangat terbatas. Kondisi tersebut tidak menyurutkan semangat para guru dan santri untuk terus menuntut ilmu agama.
Kini, dengan hadirnya penerangan listrik dan fasilitas pendukung lainnya, suasana belajar menjadi lebih nyaman dan kondusif. Anak-anak tidak lagi bergantung pada cahaya alami atau penerangan seadanya ketika belajar pada sore hingga malam hari.

General Manager PLN Unit Induk Wilayah Nusa Tenggara Timur (UIW NTT), F. Eko Sulistyono, menegaskan bahwa kehadiran PLN di tengah masyarakat tidak hanya sebatas menyediakan energi listrik, tetapi juga menjadi bagian dari upaya membangun kualitas kehidupan masyarakat melalui berbagai program sosial.
“Listrik bukan hanya soal penerangan. Listrik adalah penggerak harapan dan jembatan menuju masa depan yang lebih baik. Melalui YBM PLN, kami ingin hadir memberikan dukungan nyata bagi anak-anak TPQ Asy-Syuhada yang sedang berjuang menata kembali semangat belajar mereka setelah mengalami musibah. Kami berharap bantuan ini dapat menciptakan ruang belajar yang lebih nyaman sekaligus membangkitkan optimisme baru bagi masyarakat sekitar,” ujar Eko.
Menurutnya, pendidikan keagamaan memiliki peran penting dalam membentuk karakter generasi muda yang berakhlak, berintegritas, dan memiliki semangat untuk membangun daerahnya. Karena itu, PLN merasa terpanggil untuk turut mendukung keberlangsungan lembaga pendidikan berbasis keagamaan yang melayani masyarakat hingga ke pelosok daerah.
Tetap Terhubung Dengan Kami:
Laporkan
Ikuti Kami
Subscribe
CATATAN REDAKSI: Apabila Ada Pihak Yang Merasa Dirugikan Dan /Atau Keberatan Dengan Penayangan Artikel Dan /Atau Berita Tersebut Diatas, Anda Dapat Mengirimkan Artikel Dan /Atau Berita Berisi Sanggahan Dan /Atau Koreksi Kepada Redaksi Kami Laporkan,
Sebagaimana Diatur Dalam Pasal (1) Ayat (11) Dan (12) Undang-Undang Nomor 40 Tahun 1999 Tentang Pers.










