Hal senada disampaikan Manager PLN UP2K Sumba, A. Iman Krismanto. Ia menjelaskan bahwa bantuan tersebut merupakan hasil kepedulian para pegawai PLN yang secara sukarela menyisihkan sebagian rezekinya melalui YBM PLN untuk membantu masyarakat yang membutuhkan.
“Ini adalah amanah dari seluruh insan PLN yang disalurkan melalui YBM. Kami berharap bantuan pemasangan listrik, kipas angin, dan santunan bagi para guru ngaji ini dapat memberikan manfaat jangka panjang serta meningkatkan kualitas proses belajar mengajar di TPQ Asy-Syuhada,” katanya.
Di tengah keterbatasan yang masih dirasakan pasca-kebakaran, bantuan tersebut menjadi suntikan semangat yang sangat berarti bagi para pengelola dan tenaga pengajar. Mereka merasa tidak sendiri dalam menghadapi tantangan untuk membangun kembali sarana pendidikan yang sempat hilang akibat musibah.
Rusman Dimyati, pengurus TPQ Asy-Syuhada, mengungkapkan rasa syukur dan terima kasih atas perhatian yang diberikan YBM PLN UP2K Sumba. Menurutnya, bantuan tersebut hadir pada saat yang sangat dibutuhkan oleh para santri dan guru ngaji.
“Kami mengucapkan terima kasih yang sebesar-besarnya kepada YBM PLN UP2K Sumba. Setelah musibah kebakaran yang kami alami, kami berupaya bangkit dengan segala keterbatasan. Bantuan listrik dan santunan ini menjadi penyemangat bagi kami untuk terus mendidik anak-anak belajar Al-Qur’an. Semoga seluruh pegawai PLN diberikan kesehatan, keberkahan, dan kemudahan dalam menjalankan tugas,” ujar Rusman.
Kisah TPQ Asy-Syuhada menjadi gambaran bahwa kepedulian sosial dapat menghadirkan perubahan nyata. Di tengah bangunan sederhana yang berdiri kembali setelah dilanda musibah, kini cahaya listrik menerangi lembar demi lembar Al-Qur’an yang dibaca para santri. Lebih dari sekadar energi, bantuan tersebut menghadirkan harapan, memperkuat semangat para guru, dan meneguhkan langkah generasi muda untuk terus menimba ilmu agama.
Melalui berbagai program sosial dan kemanusiaan yang dijalankan secara berkelanjutan, YBM PLN UP2K Sumba terus menunjukkan komitmennya untuk hadir di tengah masyarakat. Dari pelosok desa hingga wilayah terpencil di Pulau Sumba, kepedulian yang lahir dari semangat berbagi para pegawai PLN menjadi bukti bahwa cahaya yang dinyalakan bukan hanya menerangi rumah dan bangunan, tetapi juga menyalakan kembali mimpi, harapan, dan masa depan anak-anak bangsa.
Tetap Terhubung Dengan Kami:
Laporkan
Ikuti Kami
Subscribe
CATATAN REDAKSI: Apabila Ada Pihak Yang Merasa Dirugikan Dan /Atau Keberatan Dengan Penayangan Artikel Dan /Atau Berita Tersebut Diatas, Anda Dapat Mengirimkan Artikel Dan /Atau Berita Berisi Sanggahan Dan /Atau Koreksi Kepada Redaksi Kami Laporkan,
Sebagaimana Diatur Dalam Pasal (1) Ayat (11) Dan (12) Undang-Undang Nomor 40 Tahun 1999 Tentang Pers.










