Melalui pemahaman tersebut, PMI dan calon PMI juga diharapkan tetap memiliki kedekatan emosional dengan Rupiah meskipun bekerja di luar negeri.
PMI Perlu Cakap Mengelola Keuangan
Kepala BP3MI Nusa Tenggara Timur, Suratmi Hamida, dalam sambutannya menekankan bahwa pekerja migran merupakan salah satu kelompok masyarakat yang membutuhkan literasi keuangan yang kuat.
Menurutnya, kemampuan mengelola pendapatan secara bijak menjadi faktor penting agar hasil kerja para PMI dapat memberikan manfaat jangka panjang bagi keluarga maupun masa depan mereka.
Selain itu, pemahaman mengenai risiko digitalisasi juga menjadi kebutuhan yang tidak bisa diabaikan.
“Para pekerja migran perlu memahami cara menggunakan layanan keuangan secara bijak, sekaligus mengetahui berbagai potensi bahaya yang muncul akibat perkembangan teknologi digital serta langkah-langkah pencegahannya,” katanya.
Ia berharap pelatihan ini dapat memperkuat kemampuan pegawai BP3MI dalam mendampingi dan memberikan edukasi kepada PMI sejak sebelum keberangkatan hingga setelah mereka kembali ke daerah asal.
Membangun Agen Edukasi yang Andal
Dalam sesi penguatan kapasitas, peserta memperoleh berbagai materi yang dirancang untuk meningkatkan kompetensi teknis maupun kemampuan komunikasi.
Materi Pengelolaan Keuangan dan Public Speaking disampaikan oleh Beatrix Yunarti Manehat, Dosen Akuntansi Universitas Katolik Widya Mandira. Sementara materi mengenai Sistem Pembayaran Non Tunai, Pelindungan Konsumen, dan Cinta Bangga Paham Rupiah diberikan langsung oleh tim KPwBI Provinsi NTT.
Kombinasi materi tersebut diharapkan mampu menghasilkan tenaga edukator yang tidak hanya memahami substansi literasi keuangan, tetapi juga mampu menyampaikan pesan secara efektif kepada masyarakat.
Sinergi untuk PMI yang Lebih Cerdas dan Terlindungi
Bank Indonesia menegaskan akan terus memperluas jangkauan edukasi sistem pembayaran yang aman, inklusif, dan berkelanjutan melalui berbagai bentuk kolaborasi lintas sektor.
Melalui Training of Trainers ini, pegawai BP3MI diharapkan mampu menjadi perpanjangan tangan Bank Indonesia dalam menyebarluaskan pemahaman mengenai digitalisasi sistem pembayaran, pelindungan konsumen, serta CBP Rupiah kepada PMI dan calon PMI di seluruh wilayah NTT.
Lebih dari sekadar pelatihan, kegiatan ini menjadi langkah strategis untuk membangun masyarakat yang semakin cerdas dalam bertransaksi, tangguh menghadapi ancaman penipuan digital, serta memiliki kecintaan yang kuat terhadap Rupiah.
Sinergi antara Bank Indonesia dan BP3MI NTT diyakini akan menjadi fondasi penting dalam menciptakan pekerja migran yang tidak hanya produktif secara ekonomi, tetapi juga melek keuangan, terlindungi, dan mampu menjadi agen perubahan bagi keluarga serta komunitasnya di daerah asal.
Tetap Terhubung Dengan Kami:
Laporkan
Ikuti Kami
Subscribe
CATATAN REDAKSI: Apabila Ada Pihak Yang Merasa Dirugikan Dan /Atau Keberatan Dengan Penayangan Artikel Dan /Atau Berita Tersebut Diatas, Anda Dapat Mengirimkan Artikel Dan /Atau Berita Berisi Sanggahan Dan /Atau Koreksi Kepada Redaksi Kami Laporkan,
Sebagaimana Diatur Dalam Pasal (1) Ayat (11) Dan (12) Undang-Undang Nomor 40 Tahun 1999 Tentang Pers.










