Scroll Ke bawah untuk melanjutkan

Daerah  

BI NTT Bekali BP3MI dengan Senjata Literasi Keuangan dan Pelindungan Konsumen, Lawan Kejahatan Digital

IMG 20260621 WA0006

Melalui pemahaman tersebut, PMI dan calon PMI juga diharapkan tetap memiliki kedekatan emosional dengan Rupiah meskipun bekerja di luar negeri.
PMI Perlu Cakap Mengelola Keuangan
Kepala BP3MI Nusa Tenggara Timur, Suratmi Hamida, dalam sambutannya menekankan bahwa pekerja migran merupakan salah satu kelompok masyarakat yang membutuhkan literasi keuangan yang kuat.

Menurutnya, kemampuan mengelola pendapatan secara bijak menjadi faktor penting agar hasil kerja para PMI dapat memberikan manfaat jangka panjang bagi keluarga maupun masa depan mereka.

Selain itu, pemahaman mengenai risiko digitalisasi juga menjadi kebutuhan yang tidak bisa diabaikan.

“Para pekerja migran perlu memahami cara menggunakan layanan keuangan secara bijak, sekaligus mengetahui berbagai potensi bahaya yang muncul akibat perkembangan teknologi digital serta langkah-langkah pencegahannya,” katanya.

Baca Juga :  Wakil Bupati Kim Taolin Bertandang ke Markas Pospera Malaka

Ia berharap pelatihan ini dapat memperkuat kemampuan pegawai BP3MI dalam mendampingi dan memberikan edukasi kepada PMI sejak sebelum keberangkatan hingga setelah mereka kembali ke daerah asal.
Membangun Agen Edukasi yang Andal
Dalam sesi penguatan kapasitas, peserta memperoleh berbagai materi yang dirancang untuk meningkatkan kompetensi teknis maupun kemampuan komunikasi.

Materi Pengelolaan Keuangan dan Public Speaking disampaikan oleh Beatrix Yunarti Manehat, Dosen Akuntansi Universitas Katolik Widya Mandira. Sementara materi mengenai Sistem Pembayaran Non Tunai, Pelindungan Konsumen, dan Cinta Bangga Paham Rupiah diberikan langsung oleh tim KPwBI Provinsi NTT.

Baca Juga :  Pimpin Apel Korpri, Wabup Simon Subandi Gedor Semangat ASN Bangun Birokrasi Bersih dan Solutif

Kombinasi materi tersebut diharapkan mampu menghasilkan tenaga edukator yang tidak hanya memahami substansi literasi keuangan, tetapi juga mampu menyampaikan pesan secara efektif kepada masyarakat.

Sinergi untuk PMI yang Lebih Cerdas dan Terlindungi

Bank Indonesia menegaskan akan terus memperluas jangkauan edukasi sistem pembayaran yang aman, inklusif, dan berkelanjutan melalui berbagai bentuk kolaborasi lintas sektor.

Melalui Training of Trainers ini, pegawai BP3MI diharapkan mampu menjadi perpanjangan tangan Bank Indonesia dalam menyebarluaskan pemahaman mengenai digitalisasi sistem pembayaran, pelindungan konsumen, serta CBP Rupiah kepada PMI dan calon PMI di seluruh wilayah NTT.

Baca Juga :  Serahkan 2 Traktor, Wabup Malaka: TolongĀ  Jaga Dengan Baik Supaya Bermanfaat Bagi Banyak Orang

Lebih dari sekadar pelatihan, kegiatan ini menjadi langkah strategis untuk membangun masyarakat yang semakin cerdas dalam bertransaksi, tangguh menghadapi ancaman penipuan digital, serta memiliki kecintaan yang kuat terhadap Rupiah.

Sinergi antara Bank Indonesia dan BP3MI NTT diyakini akan menjadi fondasi penting dalam menciptakan pekerja migran yang tidak hanya produktif secara ekonomi, tetapi juga melek keuangan, terlindungi, dan mampu menjadi agen perubahan bagi keluarga serta komunitasnya di daerah asal.