Menurutnya, nilai kebersamaan yang menjadi bagian penting dari semangat Sumpah Pemuda dapat diwujudkan melalui tindakan yang memberikan manfaat langsung bagi sesama.
“Melalui program Light Up The Dream, PLN ingin menghadirkan harapan baru bagi masyarakat yang membutuhkan. Program ini lahir dari inisiatif kemanusiaan dan donasi sukarela pegawai. Kami berharap semangat berbagi ini terus tumbuh dan menginspirasi banyak pihak untuk bersama-sama membantu meningkatkan kualitas hidup masyarakat,” ujar Resa.
Pernyataan tersebut menegaskan bahwa kepedulian sosial dapat dimulai dari langkah sederhana yang dilakukan secara bersama-sama.
Donasi sukarela pegawai PLN menjadi contoh bagaimana kontribusi individu dapat dihimpun untuk membantu keluarga yang membutuhkan akses listrik mandiri.
Bagi penerima manfaat, hasilnya bukan hanya sambungan listrik, melainkan juga kesempatan untuk menjalani aktivitas rumah tangga dengan lebih leluasa.
Ke depan, keberlanjutan inisiatif sosial semacam ini diharapkan dapat mendorong semakin banyak pihak untuk terlibat dalam upaya membantu masyarakat yang masih menghadapi keterbatasan akses terhadap kebutuhan dasar.
General Manager PLN Unit Induk Wilayah (UIW) NTT, F. Eko Sulistyono, menegaskan bahwa peringatan Hari Sumpah Pemuda harus dimaknai melalui tindakan nyata yang membawa dampak positif bagi masyarakat.
Menurut Eko, persatuan dan kepedulian merupakan nilai penting dalam membangun bangsa. Nilai tersebut dapat diwujudkan melalui kontribusi yang sesuai dengan kemampuan dan peran masing-masing.
“Peringatan Hari Sumpah Pemuda mengingatkan kita bahwa kemajuan bangsa dibangun melalui persatuan, kepedulian, dan kontribusi nyata. Melalui program ini, insan PLN menunjukkan bahwa semangat kebersamaan bisa diwujudkan dengan membantu masyarakat memperoleh akses listrik yang layak. Semoga langkah ini menginspirasi generasi muda untuk terus berkontribusi dan menghadirkan manfaat bagi lingkungan sekitarnya,” tutur Eko.
Pesan tersebut memperluas makna peringatan Sumpah Pemuda dari sekadar kegiatan seremonial menjadi dorongan untuk menghadirkan manfaat nyata di tengah masyarakat.
Persatuan tidak hanya tercermin dalam kesamaan cita-cita, tetapi juga melalui kesediaan untuk membantu sesama, terutama mereka yang membutuhkan dukungan.
Dalam konteks ini, program Light Up The Dream menjadi salah satu bentuk kontribusi sosial yang dapat dilakukan oleh insan PLN untuk mendukung kehidupan masyarakat.
Kisah keluarga Fitri dan Andreas juga memperlihatkan bahwa perubahan tidak selalu harus dimulai dari program besar. Bantuan yang menyentuh kebutuhan dasar sebuah keluarga pun dapat menghadirkan harapan baru dan memperbaiki kenyamanan hidup sehari-hari.
Terwujudnya sambungan listrik mandiri bagi keluarga Fitri di Kelurahan Waioti menjadi gambaran nyata arti kepedulian sosial bagi masyarakat yang hidup dalam keterbatasan.
Setelah lima tahun menumpang listrik tetangga, keluarga tersebut kini dapat menikmati sambungan listrik sendiri berkat program Light Up The Dream PLN UP2B NTT.
Bantuan ini diharapkan mendukung aktivitas rumah tangga, memberikan kenyamanan dalam beribadah, serta membantu keluarga menjalani keseharian dengan lebih leluasa.
Namun, perluasan akses listrik bagi masyarakat prasejahtera tetap membutuhkan perhatian berkelanjutan agar semakin banyak keluarga dapat menikmati layanan ketenagalistrikan secara mandiri dan sesuai kebutuhan mereka.
Melalui program Light Up The Dream, PLN UP2B NTT menegaskan komitmennya untuk menghubungkan pelayanan energi dengan kepedulian terhadap masyarakat.
Di tengah semangat menyambut Hari Sumpah Pemuda, kisah keluarga petani di Maumere ini menjadi pengingat bahwa gotong royong dapat menghadirkan perubahan yang bermakna.
Bagi Fitri, cahaya yang kini menyala di rumahnya bukan hanya penerangan. Cahaya itu menjadi simbol berakhirnya penantian panjang dan awal dari harapan baru bagi keluarganya.
Sebab, semangat Sumpah Pemuda tidak berhenti pada ikrar persatuan. Semangat itu juga hidup dalam tindakan nyata yang membawa manfaat, menumbuhkan kepedulian, dan membuka jalan menuju kehidupan yang lebih baik bagi sesama.
Tetap Terhubung Dengan Kami:
Laporkan
Ikuti Kami
Subscribe
CATATAN REDAKSI: Apabila Ada Pihak Yang Merasa Dirugikan Dan /Atau Keberatan Dengan Penayangan Artikel Dan /Atau Berita Tersebut Diatas, Anda Dapat Mengirimkan Artikel Dan /Atau Berita Berisi Sanggahan Dan /Atau Koreksi Kepada Redaksi Kami Laporkan,
Sebagaimana Diatur Dalam Pasal (1) Ayat (11) Dan (12) Undang-Undang Nomor 40 Tahun 1999 Tentang Pers.










