“Ini dilakukan mengingat ruas jalannya adalah ruas jalan provinsi jadi secara etika harus mohon ijin meskipun itu wilayah kekuasaan Malaka”, ucap Bupati Simon sembari sampaikan terima kasih kepada Kadis PU NTT.
Atas respon begitu cepat dari Kadis PU NTT maka Bupati Simon menyatakan bahwa sudah dsiapkan hari ketetapannya yaitu awal bulan Agustus traffic light sudah dipasang sepanjang jalan, termasuk jalan-jalan provinsi.
Menurut Bupati Simon Malaka itu sebetulnya nama leluhur yang berarti menyala tapi kalau Pa kadis berkunjung ternyata Malaka masih gelap, inikan tidak sesuai dengan filosofi namanya. Apanya yang menyala kalau dia gelap terus.
Inilah model-model program pembangunan di Malaka yang harus dieksekusi, sehingga saya sengaja mengajak mereka (kadis PU, Plt. Dinas pendidikan dan Plt. Dinas Pertanian Malaka) untuk sama-sama kita mohonkan bantuan dari dinas PU NTT untuk memperbaiki beberapa jalan provinsi yang sudah harus diperbaiki.
“Katakanlah harusnya dari Malaka ke Belu-Atambua itu hanya butuh waktu 1,5 jam namun karena jalannya rusak butuh waktu sampai 2, 3 jam.
Tentunya Ini memperhambat pergerakan-pergerakan ekonomi atau bisnis sehingga kami perlu memohon untuk direspon oleh Pak Kadis PU NTT bersama jajaran sehingga mungkin bisa segera perbaiki ruas-ruas jalan yang jadi kewenangan provinsi”, tandas Bupati Simon
Sedangkan yang menjadi kewenangan pusat kami mohon dukungan dari provinsi supaya sama-sama elok dan sebaiknya juga kami langsung ke pusat tapi baik juga kalau kadis PU juga mengetahui bahwa jalan pusat perlu diperbaiki karena bicara Malaka itu bukan hanya sekedar salah satu kabupaten yang ada di NTT tapi lebih dari itu orang selalu melihat Malaka sebagai kabupaten perbatasan dengan dua negera yang memang harus dibangun.
Dan soal ini patut kami berterima kasih kepada Bapak Presiden Jokowi yang sudah membangun pos lintas batas Negara sekaligus ada dengan stadion yang cukup besar dan walaupun belum selesai.
Kepada Kadis PU NTT, Bupati Simon sampaikan ada dua tugas yang kami mohon bantuannya, satu jalan provinsi dari Belu ke Malaka dan kemudian ada perbaikan atau penyelesaian pekerjaan stadion yang cukup besar yang sudah dibangun tapi belum selesai sehingga beberapa hari ini saya pantau kesana yang ada itu rumput dan pohon-pohon liar yang tumbuh di tengan lapangan.
“Nah inikan uang Negara yang tidak dimanfaatkan saya sebagai Bupati merasakan aroma manfaatnya bagi masyarakat. Begitu juga dengan pos lintas batas yang sudah dibangun oleh PU pun kami mau sampaikan kepada Bapak Kadis dan kawan-kawan bahwa akan kami manfaatkan juga untuk tempat destinasi”, pinta Bupati Simon.
Bupati Simon juga meminta agar wisma yang cukup bagus milik Pemprov NTT tidak dipakai karena pandemi covid-19, kalau bisa kami akan manfaatkan untuk sementara untuk isolasi kawan-kawan atau korban yang terpapar Covid-19.
Mengenai pos lintas batas sesuai anjuran Bapak Presiden Jokowi, kami sudah kerjasama dengan Jakarta dengan badan pos lintas batas Negara, dengan tujuan untuk buka pasaran tradisional setelah kondisi pandemi membaik.
“Konsep pasar tradisional sudah dirancang dan direncananakan akan dibuka setiap hari Senin dan Rabu pagi, ini disesuaikan. (Oll)
Tetap Terhubung Dengan Kami:
Laporkan
Ikuti Kami
Subscribe
CATATAN REDAKSI: Apabila Ada Pihak Yang Merasa Dirugikan Dan /Atau Keberatan Dengan Penayangan Artikel Dan /Atau Berita Tersebut Diatas, Anda Dapat Mengirimkan Artikel Dan /Atau Berita Berisi Sanggahan Dan /Atau Koreksi Kepada Redaksi Kami Laporkan,
Sebagaimana Diatur Dalam Pasal (1) Ayat (11) Dan (12) Undang-Undang Nomor 40 Tahun 1999 Tentang Pers.










