Scroll Ke bawah untuk melanjutkan

KUR BRI Buka Jalan, Henos Kembangkan Bisnis Advertising dan Ciptakan Lapangan Kerja

Editor: Redaksi
IMG 20260810 WA0000

KUPANG, Mensanews.com – Berawal dari usaha kecil yang dirintis sejak 2020, Henos Efendi Serak perlahan mengubah bengkel kreatifnya menjadi usaha advertising dan percetakan yang terus berkembang di Kelurahan Oesapa Barat, Kota Kupang, Nusa Tenggara Timur.

Perjalanan Henos menjadi gambaran bagaimana ketekunan, kreativitas, diversifikasi usaha, serta akses permodalan dapat menjadi modal penting bagi pelaku usaha mikro dan kecil untuk bertahan sekaligus berkembang.

Usaha yang awalnya dikerjakan secara sederhana tersebut kini melayani beragam kebutuhan masyarakat. Mulai dari pembuatan batu kubur, huruf timbul, plakat, spanduk, plat nomor kendaraan, stempel hingga berbagai produk advertising dan percetakan lainnya.

Di balik perkembangan tersebut, akses pembiayaan melalui Kredit Usaha Rakyat (KUR) BRI menjadi salah satu faktor yang membantu Henos memperkuat modal usahanya.
Henos diketahui telah menjadi nasabah PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk atau BRI sejak 2015. Dalam perjalanan mengembangkan usahanya, ia kemudian memanfaatkan fasilitas KUR untuk mendukung kebutuhan modal kerja.

Baca Juga :  Terkait Pengawasan Bencana Sofyan Antonius: Data- data Yang Masuk Harus Valid

“Dukungan dari BRI melalui pinjaman KUR sebesar Rp75 juta. Ini sudah kali kedua saya meminjam, dengan nilai Rp100 juta,” ujar Henos saat ditemui media, Sabtu (8/8/2026).

KUR BRI Jadi Pengungkit Modal Usaha

Bagi Henos, pembiayaan bukan sekadar tambahan modal, tetapi menjadi salah satu instrumen penting agar aktivitas usaha dapat terus berjalan dan berkembang.

Sebagai pelaku usaha kecil, kebutuhan modal menjadi tantangan yang harus dikelola secara cermat. Modal dibutuhkan untuk memenuhi kebutuhan produksi, membeli bahan, membiayai operasional, sekaligus memenuhi permintaan pelanggan yang terus berubah.

Henos menilai akses KUR BRI memberikan ruang baginya untuk meningkatkan kapasitas usaha secara bertahap.

Ia pun membuka peluang untuk kembali mengakses pembiayaan apabila perkembangan bisnis ke depan membutuhkan tambahan modal dan dirinya memenuhi persyaratan yang berlaku.

Baca Juga :  Gebrakan Kesehatan dan Finansial: 500 Peserta Padati Seminar AFC di Hotel Aston Kupang

“Kalau usaha lebih berkembang, sudah pasti akan mengajukan pinjaman lagi kalau masih diberikan kesempatan oleh BRI. Kalau soal modal, pasti lari ke situ. BRI sangat-sangat membantu kami para pengusaha kecil maupun usaha kami,” katanya.

Bagi Henos, keberadaan lembaga pembiayaan yang dapat memberikan akses modal kepada pelaku UMKM menjadi bagian penting dalam menjaga keberlangsungan usaha.

Tak Lagi Hanya Membuat Batu Kubur

Salah satu kekuatan Henos dalam mempertahankan usahanya adalah keberanian melakukan diversifikasi produk.

Ia tidak ingin bisnisnya hanya dikenal sebagai usaha pembuat batu kubur. Melihat kebutuhan pasar yang semakin beragam, Henos memperluas layanan ke sektor advertising dan percetakan.
Strategi tersebut membuat usahanya memiliki lebih banyak pilihan produk dan tidak bergantung pada satu jenis pekerjaan.

Baca Juga :  Kukuhkan TPAKD, Gubernur NTT: Demi Mengoptimalkan Produktivitas Pertanian

“Usaha kami bergerak di bidang advertising. Ada pembuatan huruf timbul, plakat, spanduk dan masih banyak lagi. Jadi tidak hanya batu kubur saja, masih banyak item lainnya, termasuk plat motor dan mobil serta stempel,” jelas Henos.

Diversifikasi tersebut menjadi bagian dari upaya Henos membaca peluang pasar sekaligus menjaga kesinambungan usaha.

Dari sebuah usaha kecil, ia berusaha membangun bisnis yang mampu menjawab berbagai kebutuhan pelanggan, baik perorangan, pelaku usaha maupun kebutuhan lainnya.

Pendapatan Fluktuatif, Tetap Bisa Biayai Keluarga

Seiring berkembangnya usaha, manfaat ekonomi mulai dirasakan langsung oleh keluarga Henos.
Ia mengakui pendapatan dari bisnis advertising tersebut belum selalu stabil karena sangat bergantung pada jumlah pesanan. Namun, pada kondisi pendapatan terendah, usahanya masih mampu menghasilkan sekitar Rp5 juta per bulan.