Dalam kesempatan itu Presiden Jokowi juga menyinggung program tol laut yang sangat diapresiasi masyarakat, Bupati, dan Gubernur, meskipun rute dan frekuensinya ingin ditambah.
Namun Presiden menyampaikan, jika sebelumnya adanya tol laut menjadikan inflasi turun, harga juga turun 20%-30%, tetapi akhir-akhir ini rute-rute yang ada itu barang-barangnya dikuasai oleh swasta tertentu.
“Saya belum dapat ini faktanya siapa. Jika harga barang ditentukan oleh perusahaan ini, ini tolong dikejar dan diselesaikan,” pinta Presiden seraya mengingatkan, tol laut itu dibangun untuk menurunkan cost, biaya logistik, biaya transportasi sehingga harga menjadi jatuh turun.
Tetapi kalau nanti yang dikuasai oleh satu perusahaan ya munculnya beda lagi.
“Kita memberikan fasilitas pada dia, ini yang tidak kita kehendaki,” sambungnya.
Fokus Terkait dengan investasi, Presiden Jokowi menyampaikan, bahwa pemerintah ingin ke depan investasi kita fokus-fokus saja, tidak semua dikejar sehingga tidak konsentrasi dan malah luput.
“Saya ingin contoh yang ada di Morowali itu bisa dicopy, untuk produk-produk barang mentah yang selama ini kita ekspor, seperti bauksit.
Kenapa tidak kita buat bauksit itu menjadi setengah jadi atau barang jadi sekalian dengan menggandeng partner, bisa BUMN atau bisa swasta,” tutur Presiden.
Sementara yang terkait dengan petrokimia, menurut Presiden, impornya sangat gede sekali. Padahal kita memiliki potensi besar dalam membangun kawasan ini.
“Kita tetapkan saja yang Tuban itu, TPPI (Trans Pacific Petrochemical Industries) itu menjadi kawasan Petrokimia. Keluaran dari sana bisa menjadi barang-barang, produk-produk yang kita tidak perlu impor termasuk di dalamnya hidrogennya nanti bisa dipakai untuk B30, B50 dan B100,” tutur Presiden Jokowi.
Presiden juga meminta dilihat barang-barang yang masih diimpor agar dicarikan industri yang bisa memproduksi, sehingga substitusi barang-barang impor itu betul-betul bisa diakukan termasuk di dalamnya daerah di Petrokimia bisa, kilang minyak juga bisa.
“Tolong betul-betul dikawal agar kita bisa segera mengejar adanya defisit transaksi berjalan dan defisit neraca perdagangan,” tegas Presiden. Sementara yang berkaitan dengan pariwisata, Presiden Jokowi meminta agar konsentrasi dulu kepada 5 (lima) lokasi.
“Infrastrukturnya konsentrasi di situ, calender of event nya juga konsentrasi di situ, perbaikan produk-produk ekonomi yang berbasis rakyat, pariwisata yang berbasis rakyat juga tetap berada di lokasi-lokasi yang sudah sering saya sampaikan, yaitu di danau Toba, Borobudur, Labuan Bajo, Mandalika, Manado sudah konsentrasi di situ,” tutur Presiden.
Presiden mentargetkan akhir tahun 2020 di situ rampung semuanya, infrastruktur rampung, airport, jalan, pelabuhan rampung, produk-produk wisata, calender of event nya juga rampung.
Tetap Terhubung Dengan Kami:
Laporkan
Ikuti Kami
Subscribe
CATATAN REDAKSI: Apabila Ada Pihak Yang Merasa Dirugikan Dan /Atau Keberatan Dengan Penayangan Artikel Dan /Atau Berita Tersebut Diatas, Anda Dapat Mengirimkan Artikel Dan /Atau Berita Berisi Sanggahan Dan /Atau Koreksi Kepada Redaksi Kami Laporkan,
Sebagaimana Diatur Dalam Pasal (1) Ayat (11) Dan (12) Undang-Undang Nomor 40 Tahun 1999 Tentang Pers.










