Scroll Ke bawah untuk melanjutkan

Bukan Sekadar Juara, Julie Laiskodat Ingin Atlet Kempo NTT Punya Masa Depan

Reporter : Oll
IMG 20261014 WA0015

BADUNG, Mensanews.com – Menjadi juara di arena pertandingan adalah kebanggaan. Namun, bagi Ketua Umum Pengurus Provinsi Persaudaraan Shorinji Kempo Indonesia (Pengprov Perkemi) Nusa Tenggara Timur (NTT), Julie Sutrisno Laiskodat, keberhasilan seorang atlet tidak boleh berhenti pada medali dan gelar juara.

Di balik prestasi atlet Shorinji Kempo Kota Kupang yang berhasil meraih Juara Umum I Kejurnas Antar Kabupaten/Kota se-Indonesia Piala Bupati Badung Cup II 2026, Julie menyimpan misi yang lebih besar: mempersiapkan atlet Kempo NTT agar memiliki karakter kuat, wawasan luas, kreativitas, serta kemampuan membangun masa depan yang mandiri setelah mengakhiri karier olahraga.

Bagi Julie, kemenangan di arena hanyalah salah satu bagian dari proses pembinaan. Atlet juga harus dibekali kemampuan mengenali potensi diri, membaca peluang, membangun jejaring, dan mengembangkan keterampilan yang berguna bagi kehidupan mereka di masa mendatang.

Anggota DPR RI Fraksi NasDem itu berpandangan, pembinaan olahraga tidak cukup hanya berfokus pada kemampuan teknis dan target medali. Lebih dari itu, atlet perlu dipersiapkan menjadi pribadi yang tangguh, berpengetahuan, serta mampu menghadapi tantangan kehidupan di luar arena pertandingan.

Baca Juga :  Dipimpin Wasit Voli Nasional, Voli Putra Numponi Bungkam Wemeda

Kepedulian Julie terhadap masa depan atlet tidak terlepas dari pengalamannya mendampingi suaminya, Viktor Bungtilu Laiskodat, ketika menjabat Gubernur NTT. Pengalaman tersebut juga diperkuat melalui keterlibatannya dalam kegiatan Dewan Kerajinan Nasional Daerah (Dekranasda) dan Pemberdayaan Kesejahteraan Keluarga (PKK) NTT.

Dari pengalaman itu, Julie ingin para atlet memiliki pandangan yang lebih luas tentang potensi diri dan peluang di lingkungan sekitarnya. Ia berharap anak-anak Kempo tidak hanya dikenal karena kemampuan bertarung dan prestasi olahraga, tetapi juga mampu mengembangkan kreativitas serta memberikan kontribusi nyata bagi daerah.

Komitmen tersebut diwujudkan melalui pembentukan Komisi Ekonomi dan Kesejahteraan dalam struktur Pengprov Perkemi NTT. Kehadiran komisi ini menjadi bagian dari upaya memperluas perhatian organisasi terhadap kesejahteraan atlet, termasuk peluang pengembangan diri dan persiapan menghadapi kehidupan setelah masa kompetisi berakhir.

Dalam pandangan Julie, atlet membutuhkan lebih dari sekadar fisik yang prima. Mereka juga harus memiliki karakter yang kuat, pengetahuan yang luas, serta jejaring atau networking yang dapat membuka peluang bagi masa depan.

Baca Juga :  Teka Iku Cup Season 2: Momentum Refleksi Perjuangan Moan Teka dan Moan Iku, Pejuang Rakyat Sikka

Latihan keras, disiplin, kemampuan menerima teguran, menghadapi tekanan, dan bertahan dalam situasi tidak nyaman merupakan modal penting yang terbentuk melalui olahraga. Namun, modal tersebut perlu dilengkapi dengan kemampuan menyusun rencana, mengambil keputusan, mengenali peluang, dan menciptakan sesuatu yang bernilai.
Dengan demikian, nilai-nilai yang diperoleh dari Kempo tidak hanya berguna ketika atlet berada di atas matras, tetapi juga dapat diterapkan dalam pendidikan, pekerjaan, kewirausahaan, maupun kehidupan bermasyarakat.

Komitmen membangun wawasan atlet itu juga tercermin dalam kegiatan setelah para atlet mengikuti kejuaraan di Bali.

Julie mengarahkan agar perjalanan para atlet tidak semata-mata berakhir setelah pertandingan selesai. Mereka didorong memanfaatkan kesempatan tersebut untuk memperoleh pengalaman baru melalui kunjungan ke sejumlah tempat yang memiliki nilai pembelajaran.

Para atlet diajak mengunjungi desa yang dikenal karena kebersihannya, kawasan perkotaan yang menunjukkan kreativitas, serta jembatan kaca.
Kunjungan tersebut tidak sekadar menjadi agenda rekreasi setelah melewati pertandingan yang menguras tenaga. Julie ingin para atlet melihat secara langsung bagaimana kebersihan lingkungan, kreativitas masyarakat, penataan kawasan, dan keberanian mengembangkan potensi dapat memberikan nilai tambah bagi suatu daerah.

Baca Juga :  Buka Dengan Resmi Kegiatan ETMC XXXI, Gubernur VBL: Ini Momentum Berharga Untuk Mempererat Persaudaraan

Pengalaman itu diharapkan menumbuhkan rasa ingin tahu sekaligus mendorong para atlet berpikir lebih terbuka mengenai masa depan.
NTT sendiri memiliki beragam potensi yang dapat dikembangkan. Karena itu, Julie ingin para atlet belajar mengenali kekuatan daerahnya, melihat peluang yang tersedia, dan memahami bahwa masa depan dapat dibangun melalui pengetahuan, kreativitas, kedisiplinan, serta kemauan untuk terus belajar.

Bagi Julie, pengalaman bertanding di luar daerah semestinya memberikan manfaat yang lebih luas daripada sekadar menambah catatan prestasi. Atlet juga harus pulang membawa pengalaman, inspirasi, dan perspektif baru yang dapat diterapkan dalam kehidupan sehari-hari.

Di tengah perhatian terhadap masa depan atlet, prestasi tetap menjadi sasaran penting dalam pembinaan Shorinji Kempo NTT.

Pada Kejurnas Antar Kabupaten/Kota se-Indonesia Piala Bupati Badung Cup II 2026, kontingen Shorinji Kempo Kota Kupang berhasil meraih Juara Umum I sekaligus mempertahankan prestasi yang telah dicapai pada edisi pertama kejuaraan tersebut.