Keberhasilan ini menjadi capaian penting bagi pembinaan Kempo Kota Kupang. Kontingen yang diberangkatkan terdiri atas atlet Pusat Pendidikan dan Latihan Daerah (PPLD) binaan Dinas Pemuda dan Olahraga (Dispora) NTT, atlet non-PPLD, serta atlet remaja yang dijaring melalui dua ajang, yakni Shorinji Kempo RAI IDA Kota Kupang dan Bupati Kupang Cup V.
Komposisi tersebut memperlihatkan keterlibatan atlet dari beberapa jalur pembinaan, termasuk atlet remaja yang mendapatkan kesempatan untuk berkembang melalui kompetisi.
Sebelum keberangkatan, Julie turut memantau perkembangan latihan bersama para pelatih. Perhatian diberikan pada kesiapan teknis, peluang meraih medali, serta kesiapan mental atlet dalam menghadapi persaingan.
Proses seleksi juga menjadi bagian penting dari persiapan. Atlet yang diberangkatkan diharapkan benar-benar siap bertanding dan mampu memberikan penampilan terbaik sesuai kemampuan masing-masing.
Keberhasilan mempertahankan gelar juara umum menjadi hasil dari rangkaian persiapan tersebut. Namun, bagi Julie, capaian itu sekaligus menjadi pengingat bahwa pembinaan harus terus berjalan agar prestasi dapat dipertahankan dan dikembangkan secara berkelanjutan.
Disiplin dan Karakter Menjadi Fondasi
Dukungan terhadap pembentukan karakter atlet juga disampaikan Wali Kota Kupang, Chris Widodo, yang sekaligus menjabat Ketua Umum KONI Kota Kupang, saat melepas kontingen untuk mengikuti kejuaraan.
Dalam kesempatan tersebut, ia menekankan pentingnya disiplin, kerendahan hati, dan kerja keras sebagai bekal bagi atlet. Prestasi, menurut pesan pembinaan yang disampaikannya, perlu berjalan bersama pembentukan mental dan karakter seorang petarung sejati.
Nilai-nilai tersebut penting agar atlet tidak hanya mampu menghadapi lawan di arena, tetapi juga dapat menjaga sikap, menghargai orang lain, dan bertanggung jawab atas setiap proses yang dijalani.
Sementara itu, Kepala Dispora Provinsi NTT, Alfonsius Theodorus, dalam doa dan pelepasan atlet PPLD yang mengikuti kejuaraan tersebut, menegaskan pentingnya pencapaian prestasi bagi atlet binaan.
Bagi atlet yang tergabung dalam program PPLD, medali menjadi salah satu indikator keberhasilan pembinaan. Capaian kompetisi menjadi bagian dari evaluasi atas proses latihan dan pengembangan kemampuan atlet.
Meski demikian, prestasi jangka panjang tetap membutuhkan pembinaan yang konsisten, dukungan pelatih, kedisiplinan atlet, serta lingkungan yang memungkinkan mereka terus berkembang.
Keberhasilan mempertahankan Juara Umum I di Badung menjadi kebanggaan bagi Shorinji Kempo Kota Kupang dan NTT. Namun, gagasan yang didorong Julie Sutrisno Laiskodat memperluas makna kemenangan tersebut.
Atlet tidak hanya perlu dipersiapkan untuk berdiri di podium, menerima medali, dan mengharumkan nama daerah. Mereka juga membutuhkan bekal untuk menjalani kehidupan ketika masa aktif sebagai atlet suatu hari berakhir.
Karakter, wawasan, kreativitas, jejaring, dan kemandirian merupakan bagian dari bekal yang perlu dibangun sejak masa pembinaan.
Dengan pendekatan tersebut, keberhasilan olahraga diharapkan tidak hanya tercermin dalam jumlah medali yang diraih, tetapi juga dalam kemampuan atlet mengembangkan diri, menemukan peluang, dan berkontribusi bagi masyarakat.
Bagi Julie, mempertahankan gelar juara umum merupakan pencapaian penting. Namun, mempersiapkan atlet agar tumbuh menjadi pribadi yang tangguh, mandiri, dan memiliki masa depan yang membanggakan merupakan bagian lain dari perjuangan yang tidak kalah berarti.
Sebab, juara sejati bukan hanya mereka yang mampu memenangkan pertandingan, melainkan juga mereka yang memiliki bekal untuk menghadapi kehidupan setelah kompetisi berakhir
Tetap Terhubung Dengan Kami:
Laporkan
Ikuti Kami
Subscribe
CATATAN REDAKSI: Apabila Ada Pihak Yang Merasa Dirugikan Dan /Atau Keberatan Dengan Penayangan Artikel Dan /Atau Berita Tersebut Diatas, Anda Dapat Mengirimkan Artikel Dan /Atau Berita Berisi Sanggahan Dan /Atau Koreksi Kepada Redaksi Kami Laporkan,
Sebagaimana Diatur Dalam Pasal (1) Ayat (11) Dan (12) Undang-Undang Nomor 40 Tahun 1999 Tentang Pers.










