Scroll Ke bawah untuk melanjutkan

Daerah  

Misionaris Cinta Kasih Itu Telah Tiada: Bupati Sikka Sampaikan Dukacita Mendalam

Editor: Redaksi
IMG 20250725 WA0013

Maumere, MNC – Duka mendalam menyelimuti masyarakat Kabupaten Sikka dan umat Katolik di Flores atas wafatnya Pater Nikolaus Naumann SVD, seorang imam misionaris asal Jerman yang telah mendedikasikan lebih dari setengah abad hidupnya untuk melayani umat di Indonesia.

Kabar kepergian Pater Nikolaus Naumann, yang akrab disapa Pater Klaus, datang dari tanah kelahirannya di Theley, Jerman. Ia menghembuskan napas terakhir pada Rabu, 24 Juli 2025 pukul 15.20 waktu setempat atau 23.20 WITA, setelah menjalani perawatan akibat komplikasi penyakit.

Menanggapi kabar duka ini, Bupati Sikka, Juventus Prima Yoris Kago, SH, menyampaikan rasa belasungkawa mendalam melalui Kepala Dinas Komunikasi dan Informatika Kabupaten Sikka, Very Awales, pada Kamis (25/07/2025).

Baca Juga :  Demi Menghasilkan Legislator Berkompeten, PKB Sikka Gelar Uji Kelayakan Dan Kepatutan 35 Bacaleg

“Atas nama Pemerintah Daerah dan masyarakat Kabupaten Sikka, kami menyampaikan belasungkawa yang mendalam atas wafatnya Pater Nikolaus Naumann SVD. Beliau adalah sahabat, gembala, dan pelayan umat yang penuh cinta dan pengabdian,” ujar Very Awales.

Lima Dekade Pengabdian di Flores

Pater Klaus lahir pada 6 Desember 1948 di Jerman dan mulai menjalani misi pastoralnya di Indonesia sejak tahun 1975. Dalam rentang waktu yang panjang itu, ia melayani di berbagai wilayah di Flores, termasuk Paroki Benteng Jawa dan Paroki Kewapante. Lebih dari sekadar seorang imam, Pater Klaus dikenal sebagai pribadi yang rendah hati, aktif, dan peduli terhadap pembangunan umat, khususnya kaum muda.

Baca Juga :  Tiba di Maumere, Silet Open Up Disambut Bupati Sikka: “Lumbung Benih” Sebagai Tema Kebangkitan Budaya dan Pertanian Lokal

Ia dikenal luas karena perannya dalam pembinaan anak muda melalui olahraga, terutama sepak bola, dan menjadi inspirasi dalam menjembatani nilai-nilai iman dengan kehidupan sosial masyarakat.

Selain karya pastoralnya, ia juga menjabat sebagai Direktur CARINA (Caritas Indonesia) Keuskupan Maumere pada tahun 2006 hingga 2016. Dalam posisi ini, ia terlibat langsung dalam pelayanan sosial dan kemanusiaan, termasuk tanggap bencana, pemberdayaan ekonomi, dan pendidikan.