“Untuk kali ini, ada 100 lubang yang kami siapkan dan tanaman kali ini sebagian besar itu atas arahan Pak P. Gubernur ini adalah anakan Asam. Jadi, kita harus banyak tanam Asam dan Kusambi,” terang Kadis LHK tersebut.
Ondy juga mengungkapkan rasa terima kasihnya atas terselenggaranya kegiatan penghijauan ini. Menurutnya, gerakan seperti ini tidak hanya penting bagi kelestarian lingkungan, tetapi juga memberikan semangat dan motivasi bagi masyarakat untuk berpartisipasi dalam menjaga alam. “Gerakan ini memberikan semangat dan motivasi untuk menanam sehingga dapat mewujudkan NTT yang hijau dan sejuk,” ucapnya.
Dalam gerakan penghijauan kali ini, beragam jenis tanaman yang ditanam antara lain pohon Asam, Sepe (Flamboyan), Kenari, Mahoni, Kusambi, serta tanaman buah-buahan seperti Mangga, Jambu Kristal, dan Kelengkeng. Tanaman-tanaman ini dipilih karena memiliki potensi untuk tumbuh baik di iklim NTT dan memberikan manfaat ekologi serta ekonomi bagi masyarakat setempat.
Melalui gerakan ini, Ondy berharap seluruh kabupaten di NTT dapat ikut serta dalam menjaga kelestarian alam, serta menciptakan lingkungan yang lebih hijau dan sejuk untuk masa depan yang lebih baik. Keberhasilan gerakan ini diharapkan menjadi langkah awal untuk membangun kesadaran kolektif dalam menjaga keseimbangan alam di provinsi yang kaya akan keanekaragaman hayati ini.
Tetap Terhubung Dengan Kami:
Laporkan
Ikuti Kami
Subscribe
CATATAN REDAKSI: Apabila Ada Pihak Yang Merasa Dirugikan Dan /Atau Keberatan Dengan Penayangan Artikel Dan /Atau Berita Tersebut Diatas, Anda Dapat Mengirimkan Artikel Dan /Atau Berita Berisi Sanggahan Dan /Atau Koreksi Kepada Redaksi Kami Laporkan,
Sebagaimana Diatur Dalam Pasal (1) Ayat (11) Dan (12) Undang-Undang Nomor 40 Tahun 1999 Tentang Pers.










