Masalah kemiskinan juga menjadi sorotan utama dalam pembahasan Andriko. Dengan tingkat kemiskinan yang masih mencapai 19 persen, angka ini jauh lebih tinggi dibandingkan dengan target nasional yang berkisar antara 7,0 persen hingga 8,0 persen. Di samping itu, kemiskinan ekstrem yang masih berada pada angka 2,8 persen menambah panjang daftar pekerjaan rumah yang harus diselesaikan. Andriko mengungkapkan bahwa penurunan kemiskinan, jika berhasil, akan menjadi ladang berkah bagi NTT. Selain itu, masalah stunting yang hingga kini masih mencatatkan angka sekitar 37,9 persen dianggap sebagai bencana kemanusiaan yang mengancam kualitas sumber daya manusia (SDM) di masa depan. Menurutnya, diperlukan gerakan yang masif dan terkoordinasi untuk mengatasi masalah stunting, kemiskinan, dan kemiskinan ekstrem di NTT.
Optimalisasi Potensi Daerah untuk Peningkatan PAD
Pj. Gubernur NTT menekankan pentingnya peningkatan Pendapatan Asli Daerah (PAD) sebagai salah satu kunci untuk mendorong pembangunan provinsi ini. Dalam hal ini, Andriko memaparkan lima potensi utama NTT yang dapat dimanfaatkan untuk meningkatkan PAD dan perekonomian masyarakat:
- Pariwisata dan Ekonomi Kreatif: NTT memiliki lebih dari 1.300 destinasi wisata alam, budaya, dan minat khusus yang dapat dikembangkan lebih lanjut. Dengan dukungan 10.803 pelaku usaha ekonomi kreatif dan 726 motif tenun ikat yang kaya, pariwisata menjadi sektor penting yang dapat diandalkan. Pada peringatan HUT NTT ke-66, provinsi ini bahkan memperoleh rekor MURI kategori Parade Tenun Jenis dan Asal Daerah Terbanyak di Indonesia. Andriko berharap sektor ini bisa terus berkembang, bahkan menjadi event internasional di masa depan.
- Sumber Daya Laut: Potensi sumber daya laut seperti rumput laut, garam, serta budidaya lobster dan kerapu juga dipandang sebagai peluang besar. Dengan letak geografis yang strategis, sektor kelautan dan perikanan diyakini akan menjadi sektor utama dalam menggerakkan perekonomian NTT di masa mendatang.
- Pertanian dan Swasembada Pangan: Sektor pertanian, terutama dalam upaya swasembada pangan, menjadi salah satu fokus utama pemerintah NTT. Baru-baru ini, Pj. Gubernur NTT bersama Gubernur terpilih dan Kepala Daerah se-Provinsi NTT bertemu dengan Menteri Pertanian RI, Amran Sulaiman, di Jakarta untuk membahas strategi pembangunan pertanian guna mencapainya.
- Energi Baru Terbarukan: NTT memiliki potensi besar dalam hal energi terbarukan. Potensi tenaga surya di Sumba Tengah, angin di Kabupaten TTS, dan panas bumi di Kabupaten Ngada adalah beberapa contoh yang menunjukkan bagaimana energi terbarukan dapat menjadi sumber daya untuk pengembangan ekonomi yang berkelanjutan.
- Infrastruktur dan Konektivitas Antar Pulau: Pembangunan infrastruktur yang mendukung konektivitas antar pulau sangat penting untuk memperlancar distribusi barang dan jasa, serta mendorong pertumbuhan ekonomi di NTT.
Tantangan dan Harapan untuk Masa Depan
Dalam penutupan materinya, Andriko menegaskan bahwa meskipun NTT memiliki banyak potensi yang luar biasa, masih ada banyak tantangan yang harus dihadapi, termasuk mengatasi kemiskinan, stunting, dan ketimpangan pembangunan. Namun, dengan kolaborasi antara pemerintah, masyarakat, dan sektor swasta, ia yakin bahwa NTT dapat mengatasi masalah-masalah ini dan mencapai kemajuan yang signifikan.
“NTT bisa, asal kita bisa memanfaatkan potensi yang ada dengan bijaksana dan terarah. Semua elemen masyarakat harus bersama-sama untuk membawa perubahan bagi NTT yang lebih baik,” ujar Andriko mengakhiri materinya.
Tetap Terhubung Dengan Kami:
Laporkan
Ikuti Kami
Subscribe
CATATAN REDAKSI: Apabila Ada Pihak Yang Merasa Dirugikan Dan /Atau Keberatan Dengan Penayangan Artikel Dan /Atau Berita Tersebut Diatas, Anda Dapat Mengirimkan Artikel Dan /Atau Berita Berisi Sanggahan Dan /Atau Koreksi Kepada Redaksi Kami Laporkan,
Sebagaimana Diatur Dalam Pasal (1) Ayat (11) Dan (12) Undang-Undang Nomor 40 Tahun 1999 Tentang Pers.










