Kupang, mensanews.com – Pada acara yang bertajuk NTT Bisa: Bisa Swasembada Pangan, Bisa Tangani Stunting, Bisa Hapuskan Miskin Ekstrim, Penjabat (Pj.) Gubernur Nusa Tenggara Timur (NTT), Andriko, memaparkan sejumlah tantangan dan potensi besar yang dimiliki provinsi ini dalam mewujudkan kesejahteraan bagi warganya.
Dalam kegiatan Duduk Ba Omong : Transformasi Ekonomi NTT yang Mandiri, Maju dan Berkelanjutan yang berlangsung di Aula El Tari Kupang pada Selasa (11/2/2025), Andriko menegaskan bahwa meskipun NTT merupakan salah satu provinsi besar di Indonesia dengan 609 pulau, banyak potensi yang dapat dimanfaatkan untuk mengatasi masalah ekonomi dan sosial yang masih menghantui.
Pertumbuhan Ekonomi NTT Masih Terhambat
Andriko membuka materinya dengan membahas kondisi ekonomi NTT yang menurutnya menunjukkan beberapa kemajuan, tetapi masih jauh dari harapan. Berdasarkan laporan dari Kepala Bank Indonesia (BI) Wilayah NTT, pertumbuhan ekonomi NTT tercatat mengalami peningkatan sebesar 3,73 persen (yoy), namun angka tersebut masih di bawah target pertumbuhan ekonomi nasional yang sebesar 5,2 persen. Selain itu, tren investasi di NTT yang tercatat antara tahun 2021-2024 mengalami penurunan, dengan sebagian besar investasi yang masuk masih berskala kecil. Andriko menegaskan bahwa untuk meningkatkan daya saing ekonomi, dibutuhkan optimalisasi peran Badan Usaha Milik Daerah (BUMD) dan Kawasan Industri Bolok sebagai motor penggerak ekonomi.
Tantangan Kemiskinan dan Stunting
Tetap Terhubung Dengan Kami:
Laporkan
Ikuti Kami
Subscribe
CATATAN REDAKSI: Apabila Ada Pihak Yang Merasa Dirugikan Dan /Atau Keberatan Dengan Penayangan Artikel Dan /Atau Berita Tersebut Diatas, Anda Dapat Mengirimkan Artikel Dan /Atau Berita Berisi Sanggahan Dan /Atau Koreksi Kepada Redaksi Kami Laporkan,
Sebagaimana Diatur Dalam Pasal (1) Ayat (11) Dan (12) Undang-Undang Nomor 40 Tahun 1999 Tentang Pers.










