Dengan demikian, semakin banyak keluarga yang selama ini belum memiliki akses listrik dapat merasakan manfaat energi untuk meningkatkan kualitas hidup, pendidikan anak-anak, hingga aktivitas ekonomi keluarga.
Tidak Asal Pasang, Ada Mekanisme yang Harus Dilalui
PLN menegaskan bahwa bantuan listrik gratis diberikan melalui proses verifikasi yang jelas agar tepat sasaran.
Masyarakat yang mengetahui adanya keluarga yang belum memiliki listrik dapat melaporkannya melalui kepala desa, RT, RW maupun langsung kepada PLN. Bahkan media juga diharapkan dapat ikut berperan menemukan dan menyampaikan informasi mengenai warga yang membutuhkan bantuan tersebut.
Nama-nama calon penerima kemudian akan didata dan diverifikasi sebelum ditetapkan sebagai penerima bantuan pada momentum pelaksanaan program berikutnya.
“Kalau ada masyarakat yang belum memiliki listrik, bisa dilaporkan kepada kepala desa, RT, RW atau langsung ke PLN sehingga dapat kami data dan diprioritaskan saat program dilaksanakan,” jelas Eko.
Ribuan Bantuan Menanti Warga NTT
Selain Light Up The Dream, PLN juga menjalankan program Tingkatkan Rasio Elektrifikasi (Tirekasi) yang pada tahun 2026 menargetkan sekitar 3.000 penerima manfaat secara bertahap.
Di sisi lain, terdapat pula program bantuan pemasangan listrik yang didukung pemerintah dengan target sekitar 4.400 sambungan listrik baru bagi masyarakat yang membutuhkan.
Angka tersebut menunjukkan bahwa upaya menghadirkan listrik bagi seluruh masyarakat NTT terus menjadi perhatian bersama antara PLN dan pemerintah.
“PLN tidak hanya mengurus soal kelistrikan semata, tetapi juga hadir dalam aspek sosial dan kemanusiaan,” tegas Eko.
Menjaga Terang Tetap Menyala
Dalam kesempatan itu, PLN juga mengajak masyarakat untuk ikut menjaga keandalan sistem kelistrikan dengan membantu memberikan kemudahan dalam pemeliharaan jaringan.
Salah satu yang menjadi perhatian adalah keberadaan pohon-pohon di sekitar jalur listrik yang berpotensi mengganggu jaringan dan menyebabkan gangguan pasokan listrik.
PLN berharap masyarakat dapat mendukung kegiatan penebangan atau pemangkasan pohon yang berada di sekitar jaringan listrik demi menjaga keamanan dan kontinuitas pasokan listrik bagi seluruh pelanggan.
Di Desa Oelpuah, cahaya yang menyala pada Kamis siang itu mungkin hanya berasal dari beberapa lampu sederhana. Namun bagi keluarga penerima manfaat, terang tersebut adalah simbol harapan baru.
Dan di balik cahaya itu, tersimpan pesan kuat bahwa sebagian rezeki para pegawai PLN telah menjelma menjadi penerang kehidupan bagi sesama. Sebuah bukti bahwa listrik bukan hanya tentang energi, tetapi juga tentang kepedulian, gotong royong, dan kemanusiaan.
Tetap Terhubung Dengan Kami:
Laporkan
Ikuti Kami
Subscribe
CATATAN REDAKSI: Apabila Ada Pihak Yang Merasa Dirugikan Dan /Atau Keberatan Dengan Penayangan Artikel Dan /Atau Berita Tersebut Diatas, Anda Dapat Mengirimkan Artikel Dan /Atau Berita Berisi Sanggahan Dan /Atau Koreksi Kepada Redaksi Kami Laporkan,
Sebagaimana Diatur Dalam Pasal (1) Ayat (11) Dan (12) Undang-Undang Nomor 40 Tahun 1999 Tentang Pers.










