Manggarai Timur, Mensanewa.com– Setelah bertahun-tahun hidup dengan keterbatasan akses listrik, secercah harapan akhirnya mulai menyinari Dusun Wejang Pongkor, Desa Wela Lada, Kecamatan Sambi Rampas, Kabupaten Manggarai Timur. Melalui Program Listrik Desa (Lisdes), PT PLN (Persero) resmi memulai tahapan pembangunan jaringan listrik yang menjadi jawaban atas kerinduan panjang masyarakat untuk menikmati penerangan yang layak dan berkelanjutan.
Langkah awal pembangunan ditandai dengan kegiatan sosialisasi yang digelar PLN bersama pemerintah desa dan masyarakat setempat pada 15 Juni 2026. Pertemuan tersebut berlangsung hangat dan penuh antusiasme, mencerminkan besarnya harapan warga terhadap hadirnya listrik yang selama ini hanya menjadi impian.
Dalam proyek tersebut, PLN akan membangun Jaringan Tegangan Menengah (JTM) sepanjang 4,83 kilometer sirkuit (kms), Jaringan Tegangan Rendah (JTR) sepanjang 4,25 kms, serta memasang satu unit gardu distribusi berkapasitas 50 kVA yang nantinya akan menjadi sumber pasokan listrik bagi rumah-rumah warga di wilayah tersebut.
Bagi masyarakat Wejang Pongkor, pembangunan jaringan listrik bukan sekadar proyek infrastruktur. Kehadiran listrik dipandang sebagai pintu masuk menuju perubahan sosial dan ekonomi yang selama ini sulit diwujudkan akibat keterisolasian wilayah.

General Manager PLN Unit Induk Wilayah Nusa Tenggara Timur (UIW NTT), F. Eko Sulistyono, menegaskan bahwa pemerataan akses listrik hingga ke pelosok merupakan bagian dari komitmen PLN dalam mewujudkan keadilan energi bagi seluruh masyarakat Indonesia.
“Komitmen kami adalah memastikan tidak ada masyarakat yang tertinggal dalam kegelapan. Harapan kami, dengan hadirnya listrik di Dusun Wejang Pongkor, ia tidak hanya sekadar menyinari rumah di kala malam, tetapi juga membawa harapan baru, meningkatkan kualitas pendidikan anak-anak, dan membuka peluang usaha bagi masyarakat di tempat itu,” ujar Eko.
Pernyataan tersebut menggambarkan bahwa listrik bukan hanya soal penerangan, tetapi juga instrumen penting dalam mendorong pembangunan manusia. Dengan akses listrik yang memadai, anak-anak dapat belajar pada malam hari dengan lebih nyaman, pelaku usaha kecil memiliki peluang meningkatkan produktivitas, dan masyarakat dapat mengakses berbagai teknologi yang sebelumnya sulit dijangkau.
Yang menarik, pembangunan jaringan listrik di Wejang Pongkor tidak hanya menjadi tanggung jawab PLN semata. Semangat gotong royong yang masih kuat di tengah masyarakat menjadi kekuatan utama dalam mendukung keberhasilan proyek tersebut.
Tetap Terhubung Dengan Kami:
Laporkan
Ikuti Kami
Subscribe
CATATAN REDAKSI: Apabila Ada Pihak Yang Merasa Dirugikan Dan /Atau Keberatan Dengan Penayangan Artikel Dan /Atau Berita Tersebut Diatas, Anda Dapat Mengirimkan Artikel Dan /Atau Berita Berisi Sanggahan Dan /Atau Koreksi Kepada Redaksi Kami Laporkan,
Sebagaimana Diatur Dalam Pasal (1) Ayat (11) Dan (12) Undang-Undang Nomor 40 Tahun 1999 Tentang Pers.










