Pernyataan tersebut mencerminkan pentingnya hubungan yang harmonis antara media dan aparat penegak hukum. Di tengah derasnya penyebaran informasi melalui berbagai platform digital, kolaborasi yang baik menjadi fondasi dalam menghadirkan pemberitaan yang akurat, berimbang, serta mampu menangkal penyebaran hoaks dan disinformasi yang berpotensi mengganggu stabilitas sosial.
Sebagai organisasi yang menaungi perusahaan media siber, SMSI memiliki tanggung jawab moral untuk terus mendorong praktik jurnalistik yang profesional, beretika, dan berpihak pada kepentingan publik. Karena itu, sinergi dengan Polri dinilai menjadi salah satu langkah penting dalam menciptakan ruang informasi yang sehat tanpa mengurangi independensi pers sebagai pilar demokrasi.
Perayaan HUT Bhayangkara ke-80 di Mapolda NTT juga menjadi ruang silaturahmi lintas sektor. Kehadiran pemerintah daerah, TNI, lembaga vertikal, tokoh agama, tokoh adat, organisasi kemasyarakatan, hingga insan pers menunjukkan bahwa menjaga keamanan bukan hanya menjadi tugas Polri semata, melainkan tanggung jawab bersama seluruh elemen bangsa.
SMSI NTT berharap kemitraan yang telah terjalin dengan Polri terus diperkuat melalui komunikasi yang terbuka, saling menghormati tugas dan fungsi masing-masing, serta membangun ekosistem informasi yang kredibel di tengah masyarakat.
Dengan semangat Hari Bhayangkara ke-80, SMSI NTT meyakini bahwa kolaborasi antara media dan Polri akan semakin kokoh dalam mendukung terciptanya keamanan, ketertiban, serta penyebaran informasi yang mencerdaskan masyarakat dan memperkuat persatuan di Nusa Tenggara Timur.
Tetap Terhubung Dengan Kami:
Laporkan
Ikuti Kami
Subscribe
CATATAN REDAKSI: Apabila Ada Pihak Yang Merasa Dirugikan Dan /Atau Keberatan Dengan Penayangan Artikel Dan /Atau Berita Tersebut Diatas, Anda Dapat Mengirimkan Artikel Dan /Atau Berita Berisi Sanggahan Dan /Atau Koreksi Kepada Redaksi Kami Laporkan,
Sebagaimana Diatur Dalam Pasal (1) Ayat (11) Dan (12) Undang-Undang Nomor 40 Tahun 1999 Tentang Pers.










