Scroll Ke bawah untuk melanjutkan

Daerah  

Menteri PPN dan Gubernur NTT Satukan Komitmen, Pemulihan Flores Pascagempa Dikebut

IMG 20260914 WA0033

Setelah itu, data akan melalui proses uji publik untuk memastikan akurasi dan validitas sebelum digunakan sebagai dasar penyusunan desain pemulihan dan pembangunan kembali Flores.

“Kita upayakan dari September ini sampai awal Oktober, itu seluruh urusan pendataan sudah selesai sampai diuji publik. Karena setelah itu kita harus menuju Jakarta bertemu lagi dengan Pak Menteri Bappenas beserta jajaran, dan tentu juga dengan Pak Menko PMK,” ujar Gubernur Melki.

R3P Jadi Fondasi Pemulihan Flores
Gubernur Melki mengungkapkan perkembangan penanganan gempa Flores juga telah disampaikan kepada Menteri Koordinator Bidang Pembangunan Manusia dan Kebudayaan (Menko PMK) Pratikno saat pertemuan di Semarang, Jawa Tengah.

Dalam pertemuan tersebut, Menko PMK menekankan pentingnya perencanaan pemulihan yang matang, termasuk penyusunan Rencana Rehabilitasi dan Rekonstruksi Pascabencana (R3P).

Menurut Melki, dukungan pemerintah pusat yang dipadukan dengan perencanaan daerah yang baik dapat menjadikan momentum pascagempa sebagai kesempatan memperbaiki kualitas pembangunan Flores.

“Kalau perencanaannya bagus, kalau kemudian mendapat atensi yang bagus, dan dipersiapkan dengan baik, termasuk R3P dan sebagainya, serta sejauh pemerintah daerah mampu merumuskan dengan baik berbagai penataan maka momentum gempa Flores ini justru bisa dipakai untuk memperbaiki pembangunan di Flores,” ujar Melki.

Baca Juga :  Asyera Kembali Tanamkan Wawasan Kebangsaan Dikalangan Mahasiswa Di Kupang

Pantura Flores Disiapkan Jadi Koridor Ekonomi

Dalam rapat tersebut, Kepala Bapperida Provinsi NTT Theresia Florentina memaparkan gagasan penataan pembangunan Flores secara lebih terintegrasi.

Salah satu perhatian utama adalah wilayah utara Flores yang terdampak gempa dan memiliki posisi strategis sebagai koridor penghubung Labuan Bajo hingga Lembata.

Labuan Bajo yang telah berkembang sebagai destinasi pariwisata premium diharapkan mampu menjadi lokomotif pertumbuhan ekonomi bagi kabupaten-kabupaten di sekitarnya.

Pemprov NTT mendorong penyusunan rencana induk pembangunan Flores yang mampu mengintegrasikan produksi, pengolahan, pemasaran, pariwisata dan rantai pasok antarkabupaten.

Dalam kerangka tersebut, infrastruktur jalur Pantura Flores dinilai memiliki posisi strategis untuk memperkuat konektivitas serta memperlancar distribusi barang dan jasa.

Konsep pembangunan tersebut tidak berhenti di Flores.
Pengembangan ekonomi juga diarahkan untuk membangun keterhubungan dengan Sumba dan Timor.

Baca Juga :  Tegas! Wakil Bupati Sikka Instruksikan Penyelesaian Dokumen MCP Tanpa Tunda

Sumba memiliki potensi pariwisata minat khusus dan peternakan. Flores memiliki kekuatan pada pariwisata premium bahari serta berbagai komoditas unggulan. Sementara Timor memiliki posisi strategis sebagai kawasan perbatasan Indonesia dengan Timor-Leste.

Jika konektivitas tersebut dapat dibangun secara konsisten, pemulihan pascagempa dapat berkembang menjadi strategi pembangunan kawasan NTT yang lebih luas.

Meratus Salurkan 32 Kontainer Bantuan
Di tengah agenda strategis pemulihan tersebut, dukungan kemanusiaan dari dunia usaha juga terus mengalir.

Meratus Group menyerahkan bantuan penanganan gempa Flores kepada Pemerintah Provinsi NTT berupa 32 kontainer berukuran 20 feet yang berisi paket sembako dan berbagai kebutuhan logistik lainnya.

Penyerahan bantuan dilakukan secara simbolis oleh CEO Meratus Group Marcel Menaro dan Direktur Utama PT Meratus Line Slamet Raharjo kepada Gubernur NTT Emanuel Melkiades Laka Lena.
Penyerahan tersebut disaksikan Menteri PPN/Kepala Bappenas Rachmat Pambudy.

CEO Meratus Group Marcel Menaro berharap bantuan tersebut dapat meringankan beban masyarakat yang terdampak gempa sekaligus mendorong pihak lain untuk ikut bergotong royong membantu warga Flores.

Baca Juga :  Dukungan Nyata Pemprov NTT, Gedung Daerah Difungsikan untuk Kantor Kanwil Kemenham

“Semoga bantuan ini bisa membantu saudara-saudara kita, teman-teman kita yang sedang mengalami musibah bencana gempa bumi di Flores,” ujarnya.

Dari Pemulihan Menuju Flores yang Lebih Tangguh

Pertemuan Menteri PPN dan Gubernur NTT memperlihatkan bahwa fase penanganan gempa Flores mulai bergerak ke tahap yang lebih strategis.
Pendataan kerusakan menjadi fondasi.

Uji publik menjadi mekanisme memastikan data. R3P menjadi instrumen perencanaan. Sementara integrasi ekonomi, konektivitas wilayah dan pembangunan sumber daya manusia diarahkan sebagai bagian dari desain jangka panjang.

Tantangan berikutnya adalah memastikan seluruh gagasan tersebut diterjemahkan menjadi program yang konkret, terukur dan benar-benar dirasakan masyarakat.

Sebab, bagi warga Flores yang terdampak bencana, pemulihan bukan sekadar membangun kembali rumah, jalan atau fasilitas publik yang rusak.
Pemulihan harus berarti bangkit dengan kondisi yang lebih baik, ekonomi yang lebih kuat, pelayanan publik yang lebih tangguh dan masa depan masyarakat yang lebih pasti.

Dan dari meja perencanaan itulah, babak baru pemulihan Flores kini mulai disusun.