ROTE NDAO, MensaNews.com – Penantian panjang warga di Kecamatan Rote Timur, Kabupaten Rote Ndao, untuk menikmati akses listrik mulai menemukan titik terang. PT PLN (Persero) resmi mengawali pembangunan Jaringan Listrik Desa (Lisdes) di Desa Batefalu dan Desa Serubeba, sebuah langkah yang diharapkan menjadi pintu masuk bagi peningkatan kualitas hidup serta geliat ekonomi masyarakat di wilayah tersebut.
Tahapan pembangunan diawali dengan sosialisasi kepada masyarakat yang digelar secara serentak di Kantor Desa Batefalu, Dusun Ufa, dan Gereja GMIT Ebenhezer Desa Serubeba, Dusun Rarano, Rabu (19/8/2026).
Kegiatan tersebut bukan sekadar agenda administratif. Di balik sosialisasi itu, terdapat proses penting untuk memastikan pembangunan jaringan listrik berlangsung aman, tertib, dan mendapat dukungan masyarakat sejak awal hingga infrastruktur siap beroperasi.
PLN melalui Unit Pelaksana Proyek
Ketenagalistrikan (UP2K) Kupang bersama Unit Layanan Pelanggan (ULP) Rote Ndao memberikan pemahaman kepada warga mengenai keselamatan ketenagalistrikan, mekanisme penyambungan baru, serta pentingnya pembebasan jalur jaringan atau Right of Way (ROW).

Pembebasan jalur menjadi salah satu aspek krusial dalam pembangunan jaringan listrik. Pepohonan maupun tanaman warga yang berada di sekitar jalur jaringan berpotensi mengganggu keamanan dan keandalan pasokan listrik apabila tidak ditangani sejak awal.
Karena itu, PLN tidak berhenti pada sosialisasi. Setelah kegiatan berlangsung, tim UP2K Kupang bersama mitra kerja langsung turun ke lapangan melakukan pematokan titik-titik tiang listrik sekaligus pemetaan area yang membutuhkan perabasan pohon.
Langkah tersebut menjadi penanda bahwa pembangunan Lisdes di Batefalu dan Serubeba telah bergerak dari tahap perencanaan menuju pekerjaan fisik di lapangan.
Warga Sambut Terang yang Semakin Dekat
Kepala Desa Batefalu, Gerson Dafa, menyambut positif langkah PLN yang secara langsung mendatangi masyarakat dan membuka komunikasi sejak tahap awal pembangunan.

Menurutnya, kehadiran PLN memberikan kepastian sekaligus harapan baru bagi masyarakat yang selama ini menantikan akses listrik di wilayah mereka.
“Kami sangat berterima kasih atas kehadiran PLN. Sosialisasi ini menjadi penanda jelas bahwa pembangunan jaringan listrik segera dimulai dan terang makin dekat di desa kami. Semoga seluruh prosesnya berjalan lancar,” ujar Gerson.
Bagi masyarakat desa, kehadiran listrik bukan hanya tentang lampu yang menyala ketika malam tiba. Akses energi membuka peluang yang jauh lebih besar mulai dari aktivitas pendidikan anak-anak, pelayanan publik, komunikasi, hingga pengembangan usaha produktif masyarakat.
Listrik juga dapat menjadi fondasi bagi tumbuhnya aktivitas ekonomi baru yang selama ini terbatas karena minimnya akses energi.
Tetap Terhubung Dengan Kami:
Laporkan
Ikuti Kami
Subscribe
CATATAN REDAKSI: Apabila Ada Pihak Yang Merasa Dirugikan Dan /Atau Keberatan Dengan Penayangan Artikel Dan /Atau Berita Tersebut Diatas, Anda Dapat Mengirimkan Artikel Dan /Atau Berita Berisi Sanggahan Dan /Atau Koreksi Kepada Redaksi Kami Laporkan,
Sebagaimana Diatur Dalam Pasal (1) Ayat (11) Dan (12) Undang-Undang Nomor 40 Tahun 1999 Tentang Pers.










