Scroll Ke bawah untuk melanjutkan

Daerah  

Panen Perdana Melon dan Sayuran di Naioni, Bukti TJSL PLN NTT Tak Sekadar Bangun Infrastruktur

Reporter : Ollchan
IMG 20260825 WA0018

KUPANG, Mensanews.com– Dari lahan yang sebelumnya belum banyak menghasilkan, warga RT 19 Kelurahan Naioni, Kecamatan Alak, Kota Kupang, kini memanen buah melon dan sayuran hasil kerja mereka sendiri. Panen perdana ini menjadi penanda bahwa program Tanggung Jawab Sosial dan Lingkungan (TJSL) PT PLN (Persero) Unit Induk Wilayah (UIW) Nusa Tenggara Timur (NTT) mulai bergerak dari sekadar pembangunan fasilitas menuju penguatan ekonomi masyarakat.

Panen perdana melon dan sayuran tersebut berlangsung Senin (24/8/2026), sekaligus menandai keberhasilan program TJSL PLN UIW NTT Tahun 2025 yang mengintegrasikan penyediaan air bersih, kelistrikan, pertanian produktif dan pemberdayaan masyarakat.

Bagi warga Naioni, hasil panen itu bukan sekadar buah dan sayuran. Ia menjadi bukti bahwa akses terhadap air dapat mengubah wajah sebuah lahan, dari yang semula menghadapi keterbatasan pengairan menjadi ruang produktif yang berpotensi menghasilkan pangan sekaligus pendapatan.

Baca Juga :  Pj Gubernur Ayodhia Berkomitmen Wujudkan Transformasi Pendidikan di NTT, Bersama Kemendikbud RI

Program PLN Peduli yang dijalankan di wilayah tersebut memang dirancang tidak berhenti pada pembangunan sarana fisik. Infrastruktur air bersih menjadi fondasi untuk membuka peluang baru di sektor pertanian.

IMG 20260825 WA0016
Tampak Senior Manager Keuangan Komunikasi dan Umum, Taufiq Dwi Nur Cahyo (tengah) foto bersama Tim Komunikasi dan TJSL PLN UIW NTT dengan Lurah Naioni dan salah seorang tokoh masyarakat di kebun melon warga.

Air dan Listrik Menjadi Modal Pertanian

Untuk menopang produktivitas warga, PLN UIW NTT membangun sejumlah infrastruktur pendukung. Program tersebut mencakup rehabilitasi sumur, instalasi pompa submersible, sistem kelistrikan berdaya 2.200 Volt Ampere (VA), jaringan perpipaan sepanjang 3.000 meter, reservoir utama berkapasitas 8.300 liter, serta jaringan sambungan rumah untuk kebutuhan air minum.

Baca Juga :  Valentine Day, Momentum Dimulainya Pembangunan Puspem Malaka

Tidak berhenti di sana, PLN juga menyediakan reservoir khusus irigasi untuk memastikan kebutuhan air bagi lahan pertanian warga dapat terpenuhi.
Infrastruktur tersebut kemudian dipadukan dengan pengembangan dua kebun melon dan kebun sayur komunal, distribusi bibit berkualitas serta pelatihan teknologi pertanian organik.
Konsep ini membuat program TJSL PLN memiliki cakupan manfaat yang lebih luas. Air bersih memenuhi kebutuhan dasar masyarakat, sementara dukungan kelistrikan dan irigasi menjadi penggerak bagi aktivitas pertanian produktif.

PLN Dorong Hilirisasi, Bukan Sekadar Panen

Senior Manager Keuangan, Komunikasi, dan Umum PLN UIW NTT, Taufiq Dwi Nur Cahyo, menegaskan bahwa keberhasilan program tidak boleh diukur hanya dari rampungnya pembangunan infrastruktur atau keberhasilan panen perdana.
Menurutnya, tantangan berikutnya adalah memastikan program terus berkembang dan mampu menciptakan nilai ekonomi yang lebih besar bagi masyarakat.

Baca Juga :  Remi Bria Puji Kerja Bupati Simon Nahak: Dedikasi Luar Biasa Demi Masyarakat

“Kami berharap seluruh pihak tidak cepat berpuas diri hanya dengan selesainya pembangunan fisik fasilitas. Program ini harus terus dikembangkan, baik melalui perluasan lahan kebun maupun hilirisasi produk pertanian,” ujar Taufiq.

Ia mencontohkan buah melon yang dipanen warga tidak harus selalu dijual dalam bentuk buah segar. Produk tersebut dapat dikembangkan menjadi berbagai produk olahan bernilai tambah.

“Buah melon yang dipanen hendaknya tidak hanya dijual segar, tetapi diolah menjadi produk olahan bernilai tambah seperti keripik atau olahan kuliner lainnya,” lanjutnya.

Dorongan tersebut menjadi penting karena nilai ekonomi produk pertanian tidak hanya ditentukan saat komoditas keluar dari lahan. Dengan pengolahan, pengemasan dan pemasaran yang tepat, satu komoditas dapat melahirkan produk turunan sekaligus membuka lapangan kerja baru.

Ekonomi Sirkular Jadi Arah Pengembangan

PLN juga mendorong penerapan konsep ekonomi sirkular dalam pengembangan program. Pendekatan tersebut diharapkan membuat masyarakat tidak hanya menjadi penerima manfaat, tetapi secara bertahap mampu menciptakan rantai ekonomi sendiri dari hasil pertanian.