Scroll Ke bawah untuk melanjutkan

Daerah  

PLN Tak Sekadar Terangi Negeri, Taufik Dwi Nur Cahyo Dorong Air Bersih Naioni Jadi Penggerak Ekonomi Warga

Reporter : Ollchan
IMG 20260825 WA0005

KUPANG, MensaNews.com – Kehadiran fasilitas air bersih di RT 19/RW 9, Kelurahan Naioni, Kota Kupang, bukan sekadar menjawab persoalan kebutuhan dasar masyarakat. Program tersebut diharapkan menjadi titik awal lahirnya kemandirian warga, pengembangan usaha produktif, hingga peningkatan kesejahteraan masyarakat secara berkelanjutan.

Harapan itu disampaikan Senior Manager Keuangan, Komunikasi dan Umum PLN, Taufik Dwi Nur Cahyo, saat melakukan serah terima fasilitas air bersih kepada masyarakat RT 19/RW 9 Naioni, Senin (24/8/2026).

Dalam sambutannya, Taufik menegaskan bahwa peran PLN di tengah masyarakat tidak semata-mata berkutat pada urusan kelistrikan. Sebagai bagian dari tanggung jawab sosial perusahaan, PLN juga berupaya menghadirkan program yang menyentuh kebutuhan dasar sekaligus membuka ruang bagi masyarakat untuk mengembangkan potensi ekonomi lokal.

“Kalau berbicara soal PLN, orang pasti mengira PLN itu cuma berurusan dengan listrik. Tetapi ternyata lebih dari itu. Selain listrik untuk menggerakkan kehidupan, PLN juga berusaha memberikan kontribusi dan bantuan kepada masyarakat,” ujar Taufik.

Baca Juga :  Pemakaman Di Adonara Dilakukan secara Kedinasan

Ia mencontohkan keterlibatan PLN dalam penanganan bencana gempa bumi di Pulau Flores. Selain berupaya memulihkan sistem kelistrikan, PLN turut memberikan dukungan kepada masyarakat terdampak, termasuk penyediaan listrik untuk tenda pengungsian dan bantuan sembako.

Menurut Taufik, semangat yang sama juga diterapkan dalam program penyediaan fasilitas air bersih di Naioni.

“PLN tidak hanya semata-mata mengurus soal listrik di masyarakat, tetapi juga berusaha memberikan hal yang lebih untuk meningkatkan ekonomi dan kesejahteraan masyarakat,” katanya.

Bukan Bantuan Sesaat

Taufik menekankan, keberhasilan sebuah program sosial tidak dapat hanya diukur dari bantuan yang diberikan. Lebih penting dari itu adalah kemampuan masyarakat penerima untuk menjaga, mengelola, serta mengembangkan bantuan tersebut agar manfaatnya terus dirasakan dalam jangka panjang.

Baca Juga :  Bupati Malaka Hadiri Perayaan Ekaristi Peresmian Makam dan Taman Doa Taolin Ludovikus

Karena itu, ia memberikan apresiasi kepada masyarakat RT 19/RW 9 Naioni yang telah membentuk komite air untuk mengelola fasilitas tersebut.

Menurut dia, keberadaan komite air menjadi bukti bahwa masyarakat tidak hanya menerima bantuan, tetapi juga telah memiliki mekanisme untuk menjaga keberlanjutan program.

“Program yang bagus itu bukan dikasih terus. Bantuan diberikan, kemudian bantuan tersebut bisa berkelanjutan. Dari yang menerima itulah yang mengembangkan dan melanjutkan,” tegasnya.

Ia berharap fasilitas air bersih yang telah diserahterimakan tidak berhenti sebagai sebuah proyek, melainkan menjadi aset bersama yang terus dirawat dan dikembangkan.

“Setelah serah terima, dijaga dan dirawat agar fasilitas ini bisa lebih baik lagi, bisa terus bermanfaat, tidak hanya dalam jangka pendek tetapi juga jangka panjang,” katanya.

Baca Juga :  Serbuan Vaksinasi, Kerjasama Koremm161/ WS Bersama Citra Bangsa

Lima Kali Pengeboran, Air Tak Kunjung Ditemukan

Tantangan menghadirkan air bersih di wilayah Naioni juga tidak ringan. Taufik mengungkapkan, proses pencarian sumber air sempat dilakukan melalui pengeboran sebanyak lima kali. Namun, upaya tersebut belum langsung membuahkan hasil.

Kondisi itu menggambarkan betapa sulitnya akses air bersih di kawasan tersebut.
Sebelum fasilitas air tersedia, masyarakat telah berupaya memanfaatkan lahan untuk kegiatan produktif, termasuk pengembangan kebun. Namun, keterbatasan air membuat skala pengembangannya masih terbatas.

Karena itu, menurut Taufik, hadirnya fasilitas air bersih harus dipandang sebagai peluang baru untuk mengembangkan potensi ekonomi masyarakat.