Adapun juga tahun 2021 terdapat 20 kejadian bencana alam diantaranya banjir dengan 9 kejadian dengan 270 rumah dan 80 Ha sawah terendam banjir, 5 kejadian tanah longsor salah satunya di Kota Kupang yang mengakibatkan 2 orang meninggal, serta angin puting beliung dengan 6 kejadian masing-masih di Sumba barat, Alor dan Rote Ndao.
Kapolda Latif juga mengatakan data kebakaran hutan di NTT periode tahun 2019 seluas 139.920 Ha dan tahun 2020 yang terbakar seluas 114.719 Ha. Serta Wilayah NTT yang memiliki cuaca ekstrem yaitu musim kemarau lebih lama dari musim hujan yang menyebabkan kekeringan dibeberapa tempat.
Kapolda Lotharia Latif juga meminta agar semua kesiapsiagaan bencana dapat dilakukan sesuai dengan arahan Presiden RI Joko Widodo.
“Sesuai arahan Bapak Presiden RI tentang antisipasi Karhutla dan bencana alam di Indonesia yang disampaikan pada acara Rakornas Pengendalian Karhutla pada tanggal 22 Februari 2021 untuk diperhatikan beberapa hal seperti, Pencegahan diprioritaskan dengan deteksi dini, pemantauan di area rawan (titik api), infrastruktur pemantauan dan pengawasan harus sampai ditingkat bawah. Presiden juga meminta agar unsur Pemerintahan, Polri dan TNI juga terus mensosilisasikan pencegahan karhutla dan siap siaga bencana pada masyarakat, juga pemua pihak harus mencari solusi yang permanen untuk tahun-tahun ini dan selanjutnya. Kemudian pastikan juga permukaan air tanah dijaga dalam kondisi tinggi dan baik serta penegakan hukum dilakukan tanpa kompromi,” jelasnya. (OB)
Tetap Terhubung Dengan Kami:
Laporkan
Ikuti Kami
Subscribe
CATATAN REDAKSI: Apabila Ada Pihak Yang Merasa Dirugikan Dan /Atau Keberatan Dengan Penayangan Artikel Dan /Atau Berita Tersebut Diatas, Anda Dapat Mengirimkan Artikel Dan /Atau Berita Berisi Sanggahan Dan /Atau Koreksi Kepada Redaksi Kami Laporkan,
Sebagaimana Diatur Dalam Pasal (1) Ayat (11) Dan (12) Undang-Undang Nomor 40 Tahun 1999 Tentang Pers.










