Scroll Ke bawah untuk melanjutkan

Daerah  

Gubernur VBL Target NTT Mampu Produksi Garam 1,5 juta Metrik Ton

garam viktorinews.

“ketika Indonesia masih mengimpor garam dari luar, NTT harus terus berusaha memberikan sumbangan minimal setengah dari kebutuhan garam nasional”, tandas VBL.

Hal ini terbukti saat viktor bersama Menteri Perdagangan Agus Suparmanto berkujung ke Nusa Tenggara Timur, tahun 2020 lalu, meninjauh secara langsung kegiatan usaha tambak garam yang dikelola PT.Timor Levestock Lestari di Desa Nunkurus, Kabupaten Kupang.

Agus memiliki harapan yang besar agar produksi garam di Nusa Tenggara Timur ditingkatkan sehingga kebutuhan garam nasional mencapai 4,4 juta ton per tahun dapat terpenuhi.

Baca Juga :  Kejati NTT Kembalikan Aset Tanah Kepada Pemkab Mabar, Gubernur VBL Beri Apresiasi

PT.Timor Levestock Lestari mengelola usaha tambak garam di atas eks lahan milik PT Panggung Guna Ganda Semesta (PGGS) sejak tahun 2019.
Karena kebutuhan garam nasional setiap tahun mencapai 4,4 juta ton per tahun yang hingga saat ini belum terpenuhi.
Pemerintah sedang berupaya untuk mengurangi impor garam dengan mengoptimalkan potensi garam dalam negeri.

“Kami melihat aktifitas yang dilakukan Pemerintah NTT dengan mendorong kegiatan usaha garam yang dilakukan pelaku usaha dan masyarakat untuk meningkatkan produksi merupakan sesuatu yang positif,” tegas Agus Suparmanto.

Baca Juga :  Gubernur NTT Melki Laka Lena Lantik 35 Pejabat Eselon II, Tekankan Militansi Aparatur Hadapi Tantangan Global

Hasil garam di provinsi berbasis kepulauan ini sangat potensial untuk garam industri.