Walikota Kupang, Dr. Jefirstson R. Riwu Kore, MM., MH dalam sambutan dan arahannya menyampaikan bahwa ini bukan yang pertama kalinya, melainkan kedua kalinya saya duduk sama rendah bersama warga kota kupang asal bima dompu dalam acara halal bi halal, hal ini menunjukkan bahwa ada ikatan batin dan persaudaraan diantara kita yang bukan sekedar basa basi.
Untuk itu, saya berharap, siang hari ini bukanlah pertemuan terakhir antara saya dengan para tokoh bima dompu, artinya aka nada pertemuan-pertemuan selanjutnya dimomen dan kesempatan yang berbeda.
“Pemerintah Kota Kupang telah berupaya maksimal melayani masyarakat kota kupang, tanpa memandang Suku, Agama Ras, dan Antar golongan, namun masih banyak hal yang masih dan harus saya selesaikan, salah satu diantaranya adalah program ziarah tanah suci yakni Umrah bagi imam/remaja masjid, dan ziarah bagi pendeta dan pastor. Progam ini sempat terhenti selama + 2 tahun selama masa pandemic, dan jika pandemic ini berakhir, status pandemic dicabut oleh Bapak Presiden, maka saya berjanji akan melaksanakan kembali program tersebut”, Pungkasnya.
Kegiatan halal bi halal tersebut dilanjutkan dengan tauziyah hikmah halal bi halal oleh Ustadz Drs. KH. Pua Monto Umbu Nay (Ketua Umum PWNU NTT). Kiyai Pua Monto (sapaan akrab beliau) mengatakan bahwa halal bi halal ini adalah budaya dan keunikan masyarakat islam Indonesia, hanya ada di Indonesia, tidak kita temukan di negara lain, termasukan di Arab Saudi sekalipun. Halal bi halal ini adanya di bulan Syawwal dan karena adanya Idul Fitri (kembali ke awal kejadian), idul fitri ada, karena kita telah menyelesaikan ibadah Ramadhan sebulan penuh, semoga amal ibadah ramadhan kita semua diterima oleh Allah swt, aaaaamiiiiin….3x.
Dalam uraian ceramahnya Ustadz berpesan agar orang bima dompu dalam bekerja, harus mampu menjaga kepedulian terhadap kebersamaan, jangan hanya untuk tujuan dunia saja, tapi juga harus untuk tujuan akhirat, untuk ibadah kepada Allah swt, karena berdasarkan referensi yang saya baca dan pengalaman historis saya pribadi di Sumba menunjukkan bahwa orang bima dompu itu bukan pemburu kesenangan dunia, mereka datang ke Sumba untuk mengajarkan ilmu pengetahuan terutama ilmu agama. Saya berharap orang bima dimpu yang ada di kota kupang ini juga demikian adanya. Pungkasnya.
Menutup ceramahnya, KH. Pua Monto berharap, agar kemenangan yang kita raih setelah berpuasa, jangan kita nodai kembali dengan hal-hal yang dapat mengganggu kefitrahan kita sebagai manusia, hindari ghibah, olok mengolok, su’udzon terhadap sesama, dan amalan-amalan lain yang dapat merusak perjuangan kita meraih kemenangan selama bulan puasa kemarin, semoga nilai halal bi halal dengan terus meningkatkan silaturahim antar sesama tetap terpatri dalam sanubari kita masing-masing. Kiyai menekankan akan pentingnya membangun keshalehan sosial,, karena sejatinya fitrah manusia membutuhkan manusia yang lain, seseorang yang secara sosial baik, diyakini dia adalah memiliki paham dan praktek keberagamaan yang baik pula, dan itulah yang dimaksud oleh tema yang diangkat oleh panitia halal bi halal ini sebagai keberagamaan yang paripurna
Turut hadir dalam kegiatan tersebut Walikota Kupang Bapak Dr. Jefirstson R. Riwu Kore, MM., MH, beliau didampingi juga oleh Camat Oebobo dan Lurah Liliba, dan Ustadz Drs. KH. Pua Monto Umbu Nay (Ketua Umum PWNU NTT) yang bertindak sebagai penceramaha agama, hadir pula Ketua KKBD Wilayah NTT Arifin H. Muhtar, S.Sos dan beberapa mantan Ketua KKBD Wilayah NTT seperti Bapak Drs. Ambo, M.Si dan H. Muh. Kilad serta beberapa tokoh masyarakat Bima Dompu yang ada di Kota Kupang.
Sumber: Humas KKBD
Tetap Terhubung Dengan Kami:
Laporkan
Ikuti Kami
Subscribe
CATATAN REDAKSI: Apabila Ada Pihak Yang Merasa Dirugikan Dan /Atau Keberatan Dengan Penayangan Artikel Dan /Atau Berita Tersebut Diatas, Anda Dapat Mengirimkan Artikel Dan /Atau Berita Berisi Sanggahan Dan /Atau Koreksi Kepada Redaksi Kami Laporkan,
Sebagaimana Diatur Dalam Pasal (1) Ayat (11) Dan (12) Undang-Undang Nomor 40 Tahun 1999 Tentang Pers.










